TribunJabar/

Biaya Penggarapan Sawah Melambung Hingga 30 Persen Akibat Kemarau Panjang

Para petani harus menyedot air untuk mendapatkan air untuk mengairi sawah mereka. Akibatnya, biaya . . .

Biaya Penggarapan Sawah Melambung Hingga 30 Persen Akibat Kemarau Panjang
TRIBUNJABAR.CO.ID/SELI ANDINA
Sawah di Desa Sukamanah yang terancam gagal panen akibat kemarau panjang, Rabu (13/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Para petani harus menyedot air untuk mendapatkan air untuk mengairi sawah mereka.

Akibatnya, biaya penggarapan jadi melambung tinggi karena harus mengeluarkan uang berbagai tambahan kebutuhan penggarapan sawah.

Padahal, dengan keadaan saat ini, para petani pesimis akan mendapatkan hasil yang sama dengan tahun lalu.

Hal tersebut diungkapkan H Sobana (74), petani asal Rancabatok, Rancaekek, ketika ditemui Tribun Jabar di sawahnya yang terletak di Rancaekek Wetan, kecamatan Rancaekek, kabupaten Bandung, Rabu (13/9/2017).

Musim kemarau panjang seperti saat ini, menurut H Sobana, biaya penggarapan menjadi melambung, jauh lebih mahal dibandingkan musim tanam sebelumnya.

Biaya penggarapan naik hingga 30 persen dibandingkan tahun lalu saat musim hujan terjadi sepanjang tahun.


"Jadi jauh lebih mahal, dua ratus ribu rupiah itu hanya untuk satu hari," ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan Sri Hayati (47), petani asal desa Sukamanah, kecamatan Rancaekek.

Halaman
12
Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help