TribunJabar/

Sidang Buni Yani

Yusril: Ahok Diputus Bersalah, Buni Yani Lepas dari Tuduhan Fitnah Berbau SARA

Jadi Buni Yani menghilangkan kata 'pakai' itu apa lagi yang mau dipidana? Kecuali Pak Ahok belum diputuskan pengadilan

Yusril: Ahok Diputus Bersalah, Buni Yani Lepas dari Tuduhan Fitnah Berbau SARA
TRIBUNJABAR.CO.ID/THEOFILUS RICHARD
Yusril Ihza Mahendra usai memberikan keterangan sebagai saksi ahli di sidang ke-13 Buni Yani, Selasa (12/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Perkara dakwaan Buni Yani mengenai postingannya di Facebook yang dianggap provokatif bisa dimaklumi untuk dilanjutkan, jika putusan atas kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok belum ada putusan hakim.

Hal itu disampaikan ahli teori hukum, Yusril Ihza Mahendra, usai menjadi saksi ahli pada sidang lanjutan Buni Yani, Selasa (12/9/2017).

"Kalau Buni Yani didakwa sebelum ada putusan Ahok, saya bisa mengerti, tapi putusan Ahok sudah inkrah, punya kekuatan hukum tetap dan perkara ahok tidak dikaitkan dengan yang ditulis Buni Yani," ujarnya kepada wartawan.

Hal itu ia katakan mengacu pada dakwaan pasal 28 ayat (2) yang dikenakan pada terdakwa Buni Yani.

Dalam pasal 28 ayat (2) disebutkan 'Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).'

Menurutnya, Buni Yani hanya mengutip perkataan Ahok saat berkunjung ke Kepulauan Seribu.


Penghilangan kata 'pakai' yang dilakukan Buni Yani di postingan Facebook pribadinya dianggap Yusril Ihza Mahendra bukan merupakan sebuah masalah.

Dengan diputuskannya Ahok bersalah atas kasus penistaan agama, Yusril mengatakan Buni Yani lepas dari tuduhan fitnah berbau SARA seperti isi dalam pasal 28 UU ITE.

"Jadi Buni Yani menghilangkan kata 'pakai' itu apa lagi yang mau dipidana? Kecuali Pak Ahok belum diputuskan pengadilan, mungkin bisa kita cari-cari (kesalahan Buni Yani)," ujar Yusril Ihza Mahendra.

Buni Yani didakwa menggunakan pasal 28 ayat (2) dan pasal 32 ayat (1)Undang-undang No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Buni Yani diseret ke meja hijau setelah unggahan potongan video Mantan Gubernur DKI Jakarta, basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat melakukan kunjungan ke Kepulauan Seribu dilaporakan oleh Komunitas Advokat Ahok-Djarot (Kotak Adja).

Postingan tersebut dianggap pelapor sebagai postingan yang bersifat provokatif. (*)

Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help