TribunJabar/

Terima FKUB, Bupati Purwakarta Berkisah Diajar Guru Katolik dan Punya Sahabat Seorang Ahmadiyah

Saya juga punya teman seorang Ahmadiyah. Sejak kecil saya sudah bersahabat dengan beragam perbedaan

Terima FKUB, Bupati Purwakarta Berkisah Diajar Guru Katolik dan Punya Sahabat Seorang Ahmadiyah
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Pengurus Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta saat diterima Bupati Purwakarta Dedi Muluadi di Aula Bappeda Purwakarta, Selasa (12/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.CO.ID, PURWAKARTA- Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi berkisah pengalamannya dididik seorang guru Katolik saat SD di Kabupaten Subang.

Guru itu galak namun jadi pelajaran penting semasa hidupnya.

Dedi Mulyadi mengisahkan itu saat menerima pengurus Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta di Aula Bappeda Purwakarta, Selasa (12/9/2017).

Tidak hanya itu, Dedi Mulyadi juga berkisah soal temannya saat SD seorang muslim Ahmadiyah.

"Pak Uden nama gurunya, seorang Katolik. Paling galak, tapi mengajarnya tidak akan terlupakan. Saya juga punya teman seorang Ahmadiyah. Sejak kecil saya sudah bersahabat dengan beragam perbedaan," ujar Dedi.

Beranjak SMP, ia bersekolah di SMP Negeri Kalijati yang berada di kawasan TNI AU karena dekat Lapangan Udara (Lanud) Suryadarma. Ia mengaku memiliki teman seorang Kristen Protestan anak TNI AU.

"Namanya Boyke Butar Butar. Dia anak tentara, seorang Kristen Protestan. Sahabat baik saya. Kami saling kerja sama dalam belajar, bahkan saya sering berbagi nasi uduk yang dia beli di kantin sekolah karena saya tidak pernah bawa bekal ke sekolah. Nah saya juga sekarang ingin ketemu dengan Boyke Butar Butar ini," ujar Dedi Mulyadi.

Ia menekankan ihwal bahwa perbedaan dan toleransi di masa lalu berjalan dengan baik.

"Sekarang beda dikit jadi masalah, diancam dipukul, diserang, dibakar. Enggak baik kalau begitu terus, sikap toleransi kita saat ini malah makin buruk, tapi semoga saja ke depan justru lebih baik," ujarnya.

Sementara itu, Ketua FKUB DKI Jakarta KH Ahmad Syafii Mufid menambahkan kedatangannya untuk bersilaturahmi ihwal kehidupan toleransi umat beragama.

"Ini silaturahmi, selama ini kami tahunya bahwa Jabar itu tingkat intoleransi umat beragamanya rendah. Di Purwakarta bisa ternyata, ini sebuah prestasi. Makanya kamj berkunjung kesini," ujar Ahmad. (*)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help