TribunJabar/

Polda Jabar Usulkan Pelaku Dugaan Pelecehan pada Bendera Merah Putih Dideportasi

Hasil dari rapat koordinasi tersebut, Yusri mengatakan, Kepolisian mengusulkan agar pelaku pembuangan bendera tersebut dideportasi dari Indonesia.

Polda Jabar Usulkan Pelaku Dugaan Pelecehan pada Bendera Merah Putih Dideportasi
ISTIMEWA
Situasi di lokasi proyek pembangunan terowongan tol Cisumdawu saat didatangi warga, Minggu (10/9/2017). 

Laporan Wartawan TribunJabar.co.id Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Pelaku dugaan pelecehan pada Bendera Merah Putih di proyek Terowongan Tol Cisumdawu direkomendasikan untuk dideportasi.

Kejadian dugaan pelecehan bendera merah putih oleh pekerja asing ini bermula saat Chenapa, pekerja dari China membuang bendera ke tanah, Minggu (10/9/2017).

Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat dengan instansi terkait seperti pihak imigrasi.


"Pada hari Senin (11/9/2017) kami sudah melakukan rapat koordinasi bersama pihak ormas dan pihak Imigrasi," kata Yusri di Mapolda Jabar (12/09/2017).

Hasil dari rapat koordinasi tersebut, Yusri mengatakan, Kepolisian mengusulkan agar pelaku pembuangan bendera tersebut dideportasi dari Indonesia.

"Tidak ada motif kesengajaan, namun karena ada tiang bendera di depan pintu perusahaan, sementara ada kendaraan alat berat yang akam masuk, sehingga dia mencabut bendera tersebut," kata Yusri Yunus.

Untuk rekomendasi deportasi, pihak Kepolisian telah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Imigrasi.

Baca: Jabar Butuh 5.000 Ruang Kelas Baru untuk SMA/SMK

Baca: Sudah Operasi Katarak, Anak Asri Welas Harus Terima Kenyataan Ini. Instagramnya Dibanjiri Doa

Selain itu, Yusri juga mengatakan, bahwa yang bersangkutan secara resmi sudah meminta maaf di beberapa media.

Hal ini dilakukan karena desakan warga sekitar, dan organisasi kemasyarakatan di Sumedang.(*)

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help