TribunJabar/

Kuliner Bandung

Mewarisi Resep Eyang, Ariani Kenalkan Jamu Hekeukun pada Generasi Milenial

"Sejak dahulu eyang suka membuat jamu dan sekarang saya ingin meneruskan warisan Jawa minuman tradisional," ujar Ariani

Mewarisi Resep Eyang, Ariani Kenalkan Jamu Hekeukun pada Generasi Milenial
Tribun Jabar/Putri Puspita
Ariani Wulandari (36) pemilik usaha jamu Hekeukun yang dikemas ready to drink untuk generasi masa kini, dijual seharga Rp 20.000 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Siapa yang masih ingat dengan mbok jamu? Itu loh, penjual minuman jamu yang biasanya membawa bakulan jamu sambil digendong.

Kehadiran mbok jamu saat ini keberadaannya mulai punah seiring dengan perkembangan zaman.

Mbok penjual jamu biasanya memiliki wajah yang ayu dan menggunakan kebaya lengkap dengan sanggul ketika menjualnya.

Semenjak hilangnya keberadaan mbok jamu di era milenial, budaya meminum jamu mulai hilang dan bahkan tidak tahu apakah itu jamu.

Generasi saat ini lebih mengenal kopi sebagai minuman yang biasa diminum sehari-hari.

Pemilik usaha jamu Hekeukun, Ariani Wulandari (36) mengatakan, jamu Hekeukun sudah ada sejak tahun 1983 yang diracik dari warisan eyangnya.


"Sejak dahulu eyang suka membuat jamu dan sekarang saya ingin meneruskan warisan Jawa minuman tradisional," ujar Ariani saat mengikuti mini bazaar di Hay Bandung, Jalan Trunojoyo No 19, Selasa (12/9/2017).

Alasan kembali dilestarikannya minuman jamu ini karena generasi masa kini banyak yang tidak mengenal jamu dan menganggap jamu tidak enak.

Kini warisan eyang Arin mulai dikembangkan menjadi usaha online yang sudah digelutinya sejak tahun 2016.

Awalnya usaha jamu ini hanya dinikmati oleh kalangan keluarga dan teman-teman saja, namun Arin mulai kembali bergerak memulai pola hidup sehat untuk generasi masa kini.

Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help