TribunJabar/

Pilgub Jabar

Kronologi Penarikan Dukungan Gerindra untuk Akhmad Syaikhu

Yang menjadi titik balik dari penarikan ini terjadi pada Minggu (10/9/2017) lalu di Hotel Sutan Raja, Soreang.

Kronologi Penarikan Dukungan Gerindra untuk Akhmad Syaikhu
kolase
Mulyadi, Ahmad Syaikhu, dan Deddy Mizwar 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Ferry Fadhlurrahman

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Berita penarikan dukungan Gerindra untuk Akhmad Syaikhu bisa dibilang sangat mengejutkan. Bahkan terhitung tidak disangka-sangka. Terutama setelah begitu banyak pihak mengatakan bahwa dukungan PKS-Gerindra untuk Deddy Mizwar dan Akhmad Syaikhu sudah mencapai 99 persen.
Namun, dari keterangan ketua DPD Gerindra Jawa Barat, Mulyadi, mengatakan bahwa Gerindra mempunyai keraguan kepada PKS dan Akhmad Syaikhu karena tidak ada kelanjutan yang menjanjikan. 
"Sejauh ini menjadi sulit direalisasikan karena pertimbangan atas kesiapan kanidat dan PKS," ujar Mulyadi melalui pesan singkat pada Selasa (12/9/2017).

Sejauh ini belum ada komentar lebih lanjut dari Akhmad Syaikhu.
Bahkan ketika TribunJabar.co.id mencoba menghubungi sang Wakil Bupati Bekasi tidak ada jawaban sama sekali.
Akhmad Syaikhu Terselip Lidah
Yang menjadi titik balik dari penarikan ini terjadi pada Minggu (10/9/2017) lalu di Hotel Sutan Raja, Soreang.
Ketika Akhmad Syaikhu mendatangi acara konsolidasi dengan kader PKS se Kabupaten Bandung. 
Ada kata kunci yang diucapkan Akhmad Syaikhu ketika memberikan pernyataan kepada kader PKS di Kabupaten Bandung.
Yaitu bahwa dirinya akan lebih suka tetap berada di Kota Bekasi dibandingkan maju di Pilgub Jabar. 
Karena menurutnya, Akhmad Syaikhu belum terlalu dikenal di seluruh Jawa Barat. Namun, Akhmad Syaikh juga megatakan di acara tersebut bahwa dirinya akan menerima keputusan apapun dari DPP PKS. 

Bahkan dirinya menambahkan saat itu bahwa PKS dan Gerindra akan kembali berkoalisi di Pilgub Jawa Barat. 
Namun ternyata, perkataan bahwa dirinya lebih suka tinggal di Bekasi malah mendapatkan reaksi yang tidak diduga dari Gerindra. Karena pihak DPD Gerindra malah menarik dukungan tersebut.
Gerindra Jawa Barat Mencoba Bangun Komunikasi Dengan Poros Baru
Setelah berita yang mengejutkan tersebut diumumkan. Nampaknya Gerindra akan bergerak cepat membangun komunikasi dengan partai lain. Salah satunya adalah dengan partai Demokrat yang baru saja membentuk poros baru bersama PPP dan PAN. 
Mulyadi bahkan menambahkan bahwa dirinya dalam waktu dekat akan mengadakan pertemuan dengan Iwan Sulanjana, Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, untuk membahas Pilgub Jawa Barat. 
"Saya akan menemui Iwan Sulanjana untuk membahas kemungkinan kerjasama di Pilgub Jawa barat atau bahkan perlu Gerindra bicara didepan ketua DPD dan DPW PAN dan PPP," ujar Mulyadi.(*)
Penulis: Ferry Fadhlurrahman
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help