TribunJabar/

Sidang Buni Yani

Keterangan Yusril Ihza Mahendra di Sidang Buni Yani Menguntungkan Jaksa Penuntut Umum

Keterangan Yusril Ihza Mahendra sebagai ahli teori hukum di sidang lanjutan Buni Yani, Selasa (12/9/2017) dianggap menguntungkan Jaksa Penuntut Umum.

Keterangan Yusril Ihza Mahendra di Sidang Buni Yani Menguntungkan Jaksa Penuntut Umum
TRIBUNJABAR.CO.ID/THEOFILUS RICHARD
Jaksa Penuntut Umum Andi M Taufik di sidang lanjutan Buni Yani, Selasa (12/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Keterangan Yusril Ihza Mahendra sebagai ahli teori hukum di sidang lanjutan Buni Yani, Selasa (12/9/2017) dianggap menguntungkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Dakwaan kami mendukung pernyataan Yusril. Cukup bagus, kita cukup diuntungkan dengan keterangan Yusril tersebut," ujar JPU, Andi M Taufik kepada wartawan usai sidang ke-13 Buni Yani.

Mengenai pertentangan jenis delik atau tindak pidana, Andi M Taufik mengatakan tidak ada masalah.

Buni Yani didakwa menggunakan pasal 28 ayat (2) dan pasal 32 ayat (1) UU ITE.

Sempat ada pertentangan apakah dakwaan tersebut termasuk dalam delik formil atau delik materil.


Berdasarkan keterangan Yusril Ihza Mahendra, JPU menyimpulkan jika ada pertentangan norma, maka selanjutnya dapat diserahkan kepada keputusan hakim.

"Begini, pasal 32 ayat 1 UU ITE itu apabila terjadi satu norma berbenturan dengan norma lain, maka itu diserahkan majelis hakim untuk menentukan," ujarnya.

Ia pun mengatakan, Yusril Ihza Mahendra mengakui adanya benturan norma dalam dakwaan tersebut, sehingga ia berani menyimpulkan keterangan Yusril sangat menguntungkannya.

Selain Yusril Ihza Mahendra, dua saksi ahli lainnya juga dihadirkan untuk memberikan keterangan.

Dua saksi lainnya adalah Profesor Muslim Umar (ahli Sosiologi), dan Ibnu Ahmad (ahli komunikasi).

Pada sidang selanjutnya, Selasa (19/9/2017), penasihat hukum Buni Yani akan menghadirkan dua saksi ahli dari bidang agama dan IT.

Penulis: Theofilus Richard
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help