TribunJabar/

2 Tahun Menanti, Akhirnya, 450 Keluarga di Soreang Bisa Menikmati Air Bersih

Pengerjaan instalasi pipa PDAM ke Desa Parungserab pun tengah berlangsung sejak awal September ini.

2 Tahun Menanti, Akhirnya, 450 Keluarga di Soreang Bisa Menikmati Air Bersih
Tribun Jabar/Yudha Maulana
Pekerja tengah menggali saluran PDAM di Jalan Raya Cipatik-Soreang, Selasa (12/9/2017). Saluran tersebut diperuntukkan bagi 450 KK warga Desa Parungserab, Kecamatan Soreang, Kabupaten Soreang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yudha Maulana

TRIBUNJABAR.CO.ID, SOREANG- Setelah menunggu dua tahun lebih, akhirnya Warga Esa Parungserab, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung bisa mendapatkan air dari Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja.

Kepala Desa Parungserab, Aep Sumpena menuturkan, sekitar 450 kepala keluarga (KK) dari 16 RW menunggu realisasi dari ajuan yang telah disampaikan sebelumnya.

Pasalnya, selama ini warga masih mengandalkan air dari sumur yang kualitasnya kian menurun.

"Baru ada air bersih dari sumur di RW 7 dan 8, bantuan dari Dispertasih beberapa tahun ke belakang," ujar Aep ketika ditemui di Kantor Desa Parungserab, Selasa (12/9/2017).

Pengerjaan instalasi pipa PDAM ke Desa Parungserab pun tengah berlangsung sejak awal September ini. Terlihat beberapa pekerja menggali tanah untuk memasang pipa.

Dari informasi yang dihimpun Tribun, pada 2015 lalu Bupati Bandung, Dadang M Naser, meninjau Desa Parungserab.

Baca: Tak Punya Uang, Tendi Hanya Pakai Kantung Plastik Gula untuk Tutupi Ususnya yang Keluar

Ketika itu, terjadi kekerangan yang lebih dibandingkan dengan tahun ini dan warga Desa Parungserab meminta bantuan air dari tangki.

"Masyarakat di sini meminta bantuan kepada kades untuk pemasangan air PDAM," ujar Kasubsi Distribusi Soreang PDAM Kabupaten Bandung, Deden ketika ditemui di Jalan Cipatik - Soreang, Selasa (12/9/2017).

Menurut penjelasannya air yang akan dialirkan ke Desa Parungserab berasal dari Sungai Ciwidey yang diolah di kawasan Stadion Si Jalak Harupat, Kecamatan Kutawaringin.

Air dari sana akan dipompa ke Parungserab yang posisinya lebih tinggi. "Air ini berbeda dengan instalasi bantuan dari Korea, ini dari Sungai Ciwidey," katanya. (*)

Penulis: Yudha Maulana
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help