TribunJabar/

Wisata Bandung

Batu Eon, Beragam Cara Digunakan untuk Menghancurkan Batu Sebesar Gajah Tapi Ada yang Mampu

Lokasi Batu Eon hanya berjarak kurang lebih 1 kilometer dari Bumi Adat Cikondang, akses untuk menuju tempat milik PT Indonesia Power itu terbilang mul

Batu Eon, Beragam Cara Digunakan untuk Menghancurkan Batu Sebesar Gajah Tapi Ada yang Mampu
TRIBUN JABAR/YUDHA MAULANA
Pengunjung mengabadikan Batu Eon di atas monumen di tengah kolam tando (reservoir) harian PLTA Cikajang, Desa Lamajang, Kabupaten Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yudha Maulana

TRIBUNJABAR.CO.ID, LAMAJANG - Terdapat sebongkah batu berukuran kerbau dewasa di atas monumen yang berada di tengah kolam tando harian PLTA Cikalong, Desa Lamajang, Kabupaten Bandung.

Konon, batu tersebut tak bisa dihancurkan atau dipindahkan saat PLTA akan dibangun pada abad ke-19 silam. Warga sekitar menyebut batu itu dengan sebutan Batu Eon.

Lokasi Batu Eon hanya berjarak kurang lebih 1 kilometer dari Bumi Adat Cikondang, akses untuk menuju tempat milik PT Indonesia Power itu terbilang mulus untuk jalan desa.

Tak banyak terlihat aktivitas warga di sekitar PLTA, hanya segelintir anak-anak yang bermain bola di samping kolam. Suara mereka memecah keheningan lewat riangnya.

Berdasarkan cerita rakyat, pada suatu masa, ada warga Lamajang bernama Pak Eon yang hendak memindahkan batu tersebut.

Ia tertantang untuk memindahkan batu yang secara misterius tak bisa dipindahkan. Segala upaya dilakukan Eon untuk memindahkan batu itu, salah satunya dengan menghancurkan batu itu berkeping-keping.


Walau begitu, tak ada satu pun alat yang mampu menghancurkan batu berwarna kecoklatan itu. Tak patah arang, Eon mencoba upaya terakhir. Sebuah dinamit pun dipersiapkannya. Namun, bukannya batu yang hancur, malah Eon yang tewas akibat terkena ledakan.

Sejak itulah warga menamai batu tersebut Batu Eon, sebagai bentuk memorial. Pengelola Desa Wisata Lamajang, Ade Sukmana (47) menuturkan, cerita itu belum dapat dipastikan kebenarannya, namun kisah Eon tersebut mewarnai berdirinya monumen batu yang kini menjadi salah satu daya tarik wisata Desa Lamajang.

Halaman
12
Penulis: Yudha Maulana
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help