TribunJabar/

Sidang Buni Yani

Soal Kepsyen Video Buni Yani, Saksi Ahli: Tak Ada Ujaran Kebencian, Hanya Tanya Pendapat

"Kalau tadi disebutkan, itu tak ada hubungannya dengan pasal 28 karena itu berlaku yang namanya hak menyampaikan pendapat," ujar Dr. Mudzakir.

Soal Kepsyen Video Buni Yani, Saksi Ahli: Tak Ada Ujaran Kebencian, Hanya Tanya Pendapat
TRIBUNJABAR.CO.ID/THEOFILUS RICHARD
Saksi ahli diambil sumpah pada sidang Buni Yani di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung, Selasa (5/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Dalam sidang lanjutan Buni Yani, Selasa (5/9/2017), ahli pidana, Dr. Mudzakir mengatakan pasal 32 ayat (1) tidak bisa ditambahkan dalam dakwaan.

Dalam pemeriksaan ahli, penasihat hukum Buni Yani menanyakan mengenai kewenangan penambahan pasal yang didakwakan kepada Buni Yani.

Penasihat hukum Buni Yani mengataka, pada awalnya Buni Yani diperiksa menggunakan pasal 27 UU ITE, kemudian ia bertanya pada Dr. Mudzakir apakah jaksa berhak mengembangkan dan menambahkan pasal.


Dr. Mudzakir mengatakan seharusnya penambahan pasal itu tidak terjadi.

Penasihat hukum Buni Yani juga memberikan sebuah ilustrasi untuk dikomentari saksi ahli.

Baca: Pendukung Buni Yani Siapkan Aksi besar-besaran pada hari Penuntutan Buni Yani

Dalam ilustrasi tersebut, penasihat hukum Buni Yani menanyakan apakah teks dalam ilustrasi tersebut bisa dikenakan pasal 28 dan pasal 32 UU ITE.

"Kalau tadi disebutkan, itu tak ada hubungannya dengan pasal 28 karena itu berlaku yang namanya hak menyampaikan pendapat," ujar Dr. Mudzakir.

Halaman
12
Penulis: Theofilus Richard
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help