TribunJabar/

Sidang Buni Yani

Ahli Linguistik dan Ahli Pidana Materil Diklaim Untungkan Buni Yani

Ahli linguistik, Dr. Andika dianggap memberikan keterangan yang menegaskan kepsyen Buni Yani tidak provokatif.

Ahli Linguistik dan Ahli Pidana Materil Diklaim Untungkan Buni Yani
Tribun Jabar/Theofilus Richard
Aldwin Rahadian melayani pertanyaan wartawan usai sidang lanjutan Buni Yani, Selasa (5/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Penasihat hukum Buni Yani menganggap keterangan saksi ahli linguistik dan ahli pidana materil pada sidang lanjutan Buni Yani, Selasa (5/9/2017) menguntungkan posisi Buni Yani.

Ahli linguistik, Dr. Andika dianggap memberikan keterangan yang menegaskan kepsyen Buni Yani tidak provokatif.

"Dia (Dr. Andika) menyatakan bahasa yg dilontarkan pak buni bukan bahasa menebar kebencian tapi mengonfirmasi mengajak diskusi," ujar penasihat hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian kepada wartawan.


Dalam keterangannya, Dr. Andika juga mengatakan jika kata 'pakai' yang hilang dalam kepsyen Buni Yani tidak memiliki substansi.

Menurutnya keterangan Dr. Andika melengkapi keterangan ahli bahasa yang sebelumnya didatangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mengatakan kepsyen Buni Yani bukan merupakan transkrip.

Aldwin Rahadian juga mengatakan keterangan ahli pidana materil, Abdul Chair Ramadhan menegaskan bahwa postingan Buni Yani tidak memiliki unsur pidana.

Baca: Usai First Travel Kini ada Seorang Ibu Rumah Tangga Tipu 24 Calon Jemaah Umrah

"Bahwa yang sifatnya mengonfirmasi, mengajak diskusi, apalagi meng-upload konten yang tidak ilegal, konten yang sebelumnya sudah di-upload sebelumnya oleh Pemprov DKI Jakarta, ini  bukan termasuk unsur pidana ITE," kata Aldwin Rahadian.

Halaman
12
Penulis: Theofilus Richard
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help