TribunJabar/

Kerahkan Lebih dari 1.000 Teknisi, Telkom Berupaya Memulihkan Layanan Satelit Telkom 1

Dirut Telkom Alex Sinaga menekankan kepada seluruh jajaran operasional untuk fokus pada segala upaya untuk mempercepat proses migrasi pelanggan.

Kerahkan Lebih dari 1.000 Teknisi, Telkom Berupaya Memulihkan Layanan Satelit Telkom 1
Istimewa

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR. CO. ID, BANDUNG- PT Telkom lndonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengerahkan segenap personil 7x24 jam untuk fokus menyelesaikan target pemulihan layanan satelit Telkom 1.

Lebih dari 1.000 teknisi TelkomGroup dari seluruh Indonesia terlibat dalam upaya pemulihan ini.

Dikutip dari rilis yang diterima Tribun, Rabu (30/8/2017), dalam kesempatan memimpin langsung recovery layanan satelit Telkom 1 di crisis center, Selasa (29/8/2017) malam, Dirut Telkom Alex Sinaga menekankan kepada seluruh jajaran operasional untuk fokus pada segala upaya untuk mempercepat proses migrasi pelanggan.

Baca: Wanita Ini Mengeluh Sakit Saat Menstruasi, Ternyata Ada Sesuatu yang Menggeliat di Perutnya

Migrasi itu baik dalam hal penyiapan transponder pengganti maupun proses repointing antena di sisi pelanggan.

Proses pemulihan layanan Telkom 1 dilakukan dengan memigrasikan pelanggan ke satelit Telkom 2, satelit Telkom 35 dari satelit lainnya.


Hingga pagi ini, Rabu (30/8/2017), progres pemulihan Satelit Telkom 1 untuk penyediaan transponder satelit pengganti sudah mencapai 10.096 sesuai target yang telah direncanakan.

Secara keseluruhan, baik itu progress penyediaan transponder dan repointing antena ground segment mencapai 5.596 dan akan terus dilakukan bertahap hingga 10 September 2017.

Hasil terkini dari investigasi yang dilakukan secara intensif oleh Telkom bersama Lockheed Martin selaku pabrikan Satelit Telkom 1, menyatakan bahwa Satelit Telkom 1 tidak dapat dioperasikan kembali.

Berdasarkan analisa yang mendalam, satelit tidak berfungsi normal, sehingga Lockheed Martin merekomendasikan agar dilakukan proses shut down untuk Satelit Telkom 1 untuk menghindari interferensi dengan satelit lain.(*)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help