TribunJabar/
Home »

Sport

» Basket

Dishub Jabar Rencanakan Penutupan Ruas Pintu Kereta Api di Cimindi dan Kiaracondong

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, mengatakan rencana penutupan. . .

Dishub Jabar Rencanakan Penutupan Ruas Pintu Kereta Api di Cimindi dan Kiaracondong
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Kadishub Jabar, Dedi Taufik. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarief Abdussalam

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, mengatakan rencana penutupan perlintasan sebidang rel kereta api Cimindi di Kota Cimahi dan perlintasan kereta api di Kiaracondong di Kota Bandung dilakukan dalam rangka meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

Sosialisasi penutupan kedua perlintasan ini rencananya dilakukan segera.

"Sesuai peraturan dan perundang-undangan, perlintasan kereta api yang sudah memiliki jalan flyover di atasnya, harus ditutup. Dengan demikian kalau mau menyeberang perlintasan kereta api, harus melewati fly over tersebut. Kalau mau berkegiatan di bawahnya, pakai jalur bawah, tapi tidak bisa menyeberang," kata Dedi saat dihubungi, Selasa (29/8).

Dedi mengatakan hal tersebut sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Perkeretaapian, Pasal 124, yang menyatakan bahwa pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.


Hal ini pun, katanya, berkaitan dengan UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang LLAJ, kemudian PP 56 Tahun 2009 Tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian, Pasal 78, yang menyatakan pemakai jalan wajib mendahulukan kereta api, dan Pasal 79, yang menyatakan bahwa Menteri, Gubernur, Walikota atau Bupati dapat menutup perlintasan sebidang.

"Pada intinya perlintasan sebidang sudah tidak diperbolehkan lagi, karena perjalanan kereta api mendapatkan prioritas utama. Salah satunya adalah dengan menutup perlintasan sebidang atau membangun flyover atau underpass," katanya.

Berdasarkan surat dari PT KAI yang diajukan ke Direktorat Jendral Perkeretaapian, khusus Bandung Raya, terdapat dua perlintasan yang menjadi prioritas untuk ditutup karena sudah dibangun flyover, di antaranya perlintasan Cimindi dan Kiaracondong.

Berdasarkan hal tersebut, Kementerian Perhubungan, Direktorat Jendral Perkeretaapian, dan Dinas Perhubungan Jawa Barat sudah melaksanakan rapat persiapan yang dilaksakana pada 24 Agustus 2017. Pada rapat tersebut disusun agenda dan tahapan pelaksanaan yang terdiri dari persiapan, survei lapangan, sosialisasi, uji coba, dan evaluasi.

"Mengingat jalan yang akan ditutup merupakan jalan utama di Bandung Raya, persiapan dan perencanaan yang matang perlu dilakukan sejak awal, termasuk sosialisasi kepada masyarakat dan pengguna jalan. Agenda pelaksanaan akan dilakukan sampai dengan akhir tahun 2017," katanya.


Tidak serta merta menutup perlintasan tersebut, katanya, pihaknya akan melakukan uji coba dan sosialisasi sebelum penutupan.

Rekayasa lalu lintas pun akan dilakukan berdasarkan manajemen lalu lintas, untuk mengkaji dan mengevaluasi dampak lalu lintas dari penutupan tersebut. (*)

Penulis: Fauzie Pradita Abbas
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help