Dukung Percepatan Implementasi Roadmap e-Commerce, idEA Gelar Kenduri Nasional e-UKM di Bandung

Ketua Umum idEA Aulia E Marinto mengatakan Kenduri e-UKM merupakan salah satu program idEA yang. . .

Dukung Percepatan Implementasi Roadmap e-Commerce, idEA Gelar Kenduri Nasional e-UKM di Bandung
ISTIMEWA
Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) akan menggelar Kenduri e-UKM di Grand Asrilia Hotel Convention & Restaurant di Kota Bandung, Rabu (30/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarief Abdussalam

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) akan menggelar Kenduri e-UKM di Grand Asrilia Hotel Convention & Restaurant di Kota Bandung, Rabu (30/8/2017). 

Bandung adalah kota ketiga yang menjadi tuan rumah Kenduri e-UKM, setelah Yogyakarta dan Makassar.

Ketua Umum idEA Aulia E Marinto mengatakan Kenduri e-UKM merupakan salah satu program idEA yang mempunyai visi menjadikan Indonesia sebagai negara berbasis ekonomi digital melalui kemitraan dengan para partner di tanah air. Diharapkan program ini dapat turut mewujudkan pertumbuhan e-commerce Indonesia.

“Kami pun terus mengadakan program edukasi dan sosialisasi mengenai industri digital. Selama ini idEA merupakan wadah bagi para pemain industri e-commerce negeri ini untuk berinteraksi dengan sesama pemain dan juga pemerintah,” kata Aulia dalam rilis yang diterima wartawan, Sabtu (26/8/2017).

Saat ini, kata Aulia, anggota asosiasi mencakup lebih dari 285 orang dari kategori online retail, market place, daily deals, classified ads, price comparison, travel, sistem pembayaran, logistik, dan beberapa mitra strategis terkait.


“Program-program pemberdayaan e-UKM akan terus kami gelar di berbagai daerah di Indonesia. Diharapkan tidak hanya menumbuhkan para pelaku industri kecil dan menengah agar mampu bersaing namun juga memberikan multiplier-effect terhadap perekonomian nasional,” ujar Aulia.

Aulia menuturkan potensi UKM untuk mengembangkan bisnis dan memanfaatkan kanal ekonomi berbasis elektronik perlu didukung. UKM adalah salah satu tulang punggung penting dalam perekonomian di Indonesia. Krisis moneter yang terjadi pada 1997 dan 2008 menjadi bukti daya tahan UKM terhadap krisis.

“Ekonomi berbasis elektronik bisa mempercepat perkembangan bisnis UKM, karena mereka bisa menjalankan perdagangan offline maupun online. Ekonomi berbasis elektronik semakin berkembang di Indonesia. Potensi ekonominya luar biasa besar dan menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help