TribunJabar/

Ini 3 Kendala Utama Sektor Pariwisata di Indonesia Menurut I Gde Pitana

Sementara upaya untuk mencapai target 20 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019, I Gde Pitana mengatakan Indonesia telah . . .

Ini 3 Kendala Utama Sektor Pariwisata di Indonesia Menurut I Gde Pitana
TRIBUN JABAR/Rezeqi Hardam Saputro
Prof Dr I Gde Pitana MSi selaku Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata Indonesia seusai menghadiri rapat Koordinasi Pemasaran Pariwisata Mancanegara di Trans Studio Hotel, Jumat (25/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Rezeqi Hardam Saputro

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Indonesia menargetkan 20 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019.

Untuk mencapai taget tersebut, Indonesia masih memiliki banyak kendala pada sektor pariwisata.

Satu di antara kendala tersebut adalah infrastruktur yang mendukung aktivitas wisatawan di setiap objek wisata.

Baca: Ezechiel Aliadjim Pamer Foto Selfie di Kereta Api, Instagramnya Langsung Dibanjiri Komentar

Hal tersebut dikatakan Prof Dr I Gde Pitana MSi selaku Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata Indonesia seusai menghadiri rapat Koordinasi Pemasaran Pariwisata Mancanegara di Trans Studio Hotel, Jumat (25/8/2017).

"Infrastruktur menjadi satu di antara permasalahan yang ada di sektor pariwisata Indonesia. Contohnya kalau wisatawan pergi ke Lombok apakah di Lombok sudah ada infrastruktur yang baik untuk mendukung aktivitas wisatawan tersebut?" ujar I Gde Pitana.

Selain infrastruktur, I Gde Pitana juga mengatakan permasalahan kedua yang ada di sektor pariwisata Indonesia adalah lingkungan yang kotor.


Indonesia, lanjut I Gde Pitana, banyak dikritik oleh orang asing karena kurang perhatian terhadap kebersihan.

Selain itu I Gde Pitana juga mengatakan SDM (sumber daya manusia) menjadi masalah ketiga dari sejumlah masalah yang ada di sektor pariwisata Indonesia.

Sementara upaya untuk mencapai target 20 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019, I Gde Pitana mengatakan Indonesia telah melakukan berbagai cara sebagai bentuk promosi.

"Kami sudah melakukan promosi tentang Indonesia dengan berbagai cara. Di antaranya lewat online, media cetak, pameran, dan festival," ujar I Gde Pitana.

I Gde Pitana menambahkan Kementerian Pariwisata juga sering memanfaatkan film yang dibuat di Indonesia sebagai alat untuk promosi pariwisata di Indonesia. (*)

Penulis: Rezeqi Hardam Saputro
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help