Tragis, Belum Genap Empat Bulan Jadi Sopir Taksi Online, Edwar Ditemukan Tewas Dibunuh
Berdasarkan informasi, korban menjemput pelanggan di kawasan Sudirman dan hendak mengantar ke Sembawa.
Laporan wartawan Sriwijaya Post, Darwin Sepriansyah
TRIBUNJABAR.CO.ID, PALEMBANG - Edwar Limba (34) benar-benar apes.
Berniat alih profesi untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, yang didapatkan malah kematian.
Edwar baru beralih profesi menjadi driver taksi online, setelah lama bekerja sebagai medical representatif di sebuah perusahaan farmasi di Palembang.
Namun nahas, korban tewas diduga saat hendak mengantar penumpang dari kawasan Jenderal Sudirman menuju ke arah kawasan Talang Betutu, Sukarame, Palembang.
"Dia kerja di perusahaan farmasi selama ini, tapi sekitar empat hari lalu memang sempat ngobrol mau berhenti mau G*c*r (taxi online)," kata Zulkifli (46), rekan korban semasa kerja sebagai medical representatif.
Dikatakan, korban sudah mengajukan pemberhentian sejak satu pekan lalu dan tepat pada Senin (21/8/2018) kemarin, resmi berhenti.
Terakhir bertemu, melihat perilaku aneh dari Ewa yang bolak-balik di ruang kantor.
Hanya saja ia tidak mengetahui ada permasalahan apa dengan korban.
"Tidak ada masalah di kantor. Tapi mungkin saja motifnya dendam, sebab kabarnya mobil dan jam tangan Ewa tidak diambil," ucapnya.
Zaini, mertua korban mengatakan, menantunya baru bekerja sebagai taksi online sejak tiga bulan terakhir untuk tambahan uang dapur dengan pekerjaan sehari-hari sebagai detil atau obat-obatan di salah satu rumah sakit di Palembang.
Kronologinya
Sempat dinyatakan hilang dan hanya ditemukan mobilnya, ternyata pemilik mobil Avanza Edward ditemukan dalam kondisi meninggal, Selasa (22/8/2017).
Edward ditemukan tewas di Sembawa Banyuasin dan diduga ia menjadi korban pembunuhan.
Berdasarkan informasi, korban menjemput pelanggan di kawasan Sudirman dan hendak mengantar ke Sembawa.