TribunJabar/

Pelaku Usaha di Sentra Rajut Binong Keluhkan Minimnya Sokongan dari Pemerintah

Ia mengaku sudah mengusulkan perbaikan infrastruktur kepada Pemerintah Kota Bandung sejak 2008 namun hingga kini belum terealisasi.

Pelaku Usaha di Sentra Rajut Binong Keluhkan Minimnya Sokongan dari Pemerintah
Tribun Jabar/Fasko Dehotman
Para perajut yang tampak sibuk merajut kain di Rumah Rajut Binong Jati. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Pelaku usaha di Sentra Rajut Binong Jati mengeluhkan pelayanan publik yang rumit serta suku bunga bank yang tinggi.

Hal ini menyulitkan daya saing produk di era pasar bebas ASEAN.

Koordinator Sentra Rajut Binong Jati, Suhaya Wondo, mengatakan perajin rajut Cina lebih beruntung karena pemerintahnya sangat mendukung keberadaan usaha kecil dan menengah (UKM).

“Mereka tidak terlalu diberatkan dalam urusan birokrasi dan perbankan sehingga pemasaran mereka cukup tinggi dan mudah menembus pasar bebas ASEAN," ujar Suhaya kepada Tribun Jabar, Senin (21/8/2017).


Di samping itu, kondisi infrastruktur yang kurang layak menuju Sentra Rajut Binong Jati, ikut menghambat daya saing produk terutama dari sisi pemasaran.

Ia mengaku sudah mengusulkan perbaikan infrastruktur kepada Pemerintah Kota Bandung sejak 2008 namun hingga kini belum terealisasi.

Suhaya menduga pemerintah tidak terlalu mendukung Sentra Rajut Binong Jati dalam persaingan pasar bebas ASEAN.

Pemerintah, ucapnya, hanya mendorong masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam pasar tersebut tanpa memberikan solusi dan dukungan dalam menghadapi persaingan.

“Agar dapat bersaing kami memberikan harga murah untuk semua produk, akibat daya beli masyarakat yang sangat rendah,” ujar Suhaya.

Meski demikian, perajin cukup diuntungkan dengan adanya pasar bebas ASEAN yang baru berlaku sejak setahun lalu, yakni peningkatan omzet yang naik dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

Kondisi ini berbeda dengan periode yang sama pada tahun lalu. (*)

Penulis: Fasko dehotman
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help