TribunJabar/

300 Penjual Jamu Berkumpul di Toko Jalan Suryani Kota Bandung, Ternyata Mereka Melakukan Ini

Muji mengatakan bahwa keberadaan pedagang jamu sangat vital bagi perkembangan industri jamu di Indonesia.

300 Penjual Jamu Berkumpul di Toko Jalan Suryani Kota Bandung, Ternyata Mereka Melakukan Ini
TRIBUN JABAR/KEMAL SETIA PERMANA
Ratusan pedagang jamu di kawasan Jalan Terusan Suryani, Sabtu (19/8/2017) siang hingg sore. Mereka berkumpul di sebuah toko yang menjadi agen produsen jamu, Air Mancur. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.CO.ID. BANDUNG - Ratusan pedagang jamu di kawasan Jalan Terusan Suryani, Sabtu (19/8/2017) siang hingg sore. Mereka berkumpul di sebuah toko yang menjadi agen produsen jamu, Air Mancur.

Setelah diselidiki, para penjual jamu yang semuanya wanita ini berkumpul karena meneriman undangan gathering PT Air Mancur. Mereka mendapatkan undangan dari salah satu produsen jamu dan obat-obat herbal terbesar Indonesia ini karena menjadi pedagang terpilih di wilayah Bandung sebagai salah satu kota besar dengan potensi konsumen jamu dan obat herbal yang cukup tinggi.

Baca: Mengharukan ! Tania Korban Tabrak Lari yang Retak Tulang Kaki dan Sempat Viral Bicara Soal Cita-cita

Pihak Air Mancur mengatakan bahwa acara gathering ini bertujuan untuk memperkuat hubungan dan berbagi pengetahuan tentang industri jamu dan obat herbal kepada para pedagang, khususnya di kota Bandung.

Ratusan pedagang jamu di kawasan Jalan Terusan Suryani, Sabtu (19/8/2017) siang hingg sore. Mereka berkumpul di sebuah toko yang menjadi agen produsen jamu, Air Mancur.
Ratusan pedagang jamu di kawasan Jalan Terusan Suryani, Sabtu (19/8/2017) siang hingg sore. Mereka berkumpul di sebuah toko yang menjadi agen produsen jamu, Air Mancur. (TRIBUN JABAR/KEMAL SETIA PERMANA)

Selain diharapkan dapat lebih berperan aktif untuk menerima informasi dan kesulitan yang selama ini dialami oleh para pedagang, PT Air Mancu juga dapat lebih memberikan kontribusi lebih untuk membantu para pedagang dan meningkatkan industri jamu di Kota Bandung.


Muji Sarjono, General Manager HRD Air Mancur mengatakan bahwa tidak kurang dari 300 pedagang jamu terlibat dari tingkat pedagang jamu gendong hingga grosir jamu di acara ini.

"Kami menggelar diskusi dan seminar serta memberikan reward dan doorprize untuk para pedagang yang selama ini sudah menjalin kerjasama yang baik dengan PT Air Mancur," kata Muji.

Muji mengatakan bahwa keberadaan pedagang jamu sangat vital bagi perkembangan industri jamu di Indonesia. Industri jamu dan obat herbal, kata dia, terus berkembang di Indonesia. Mengacu kepada data dari LIPI, Muji mengatakan bahwa total bisnis obat herbal tahun 2003 mencapai Rp 2 triliun dan di tahun 2010 mencapai Rp 7,2 triliun.


"Tahun ini diperkirakan tumbuh sebesar 20-30 persen dari angka tahun 2010," kata Muji di sela acara sore tadi.

Muji mengaku sangat optimistis bahwa PT Air Mancur bisa bersaing dengan produsen lain sejenis di masa yang akan datang karena sebagai salah satu perusahaan jamu terbesar di Indonesia, Air Mancur sudah memperoleh berbagai lisensi pengolahan produk herbal seperti CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) yang merupakan kelayakan dasar untuk memenuhi jaminan mutu yang diakui secara internasional dan juga telah memenuhi sertifikat Halal dari MUI.

"Itu hanya salah satu indikator komponen penetrasi kami masih akan terus tumbuh di masa yang akan datang, khususnya di Jawa Barat. Jabar sendiri menyumbang market share lumayan tinggi, berada di peringkat tiga nasional di bawah Jatim dan Jateng," kata Muji. (*)

Penulis: set
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help