Kasus First Travel, Utang Rp 600 Miliar, Saldo Keuangan Perusahaan Hanya Rp 1,5 Juta

"Asetnya seperti rumah, beberapa kendaraan, dan kantor First Travel sudah dijaminkan ke orang lain. Karena mereka punya utang," katanya.

Kasus First Travel, Utang Rp 600 Miliar, Saldo Keuangan Perusahaan Hanya Rp 1,5 Juta
Facebook
Anniesa dan suami tampak berpose dengan latar landmark tulisan Hollywood. 

TRIBUNJABAR.CO.ID, JAKARTA - Hancurnya First Travel semakin tampak.

Aset telah dijaminkan, sementara utang mencapai lebih Rp 600 miliar dan saldo rekening tabungan milik perusahaan ini hanya tinggal Rp 1,5 juta.

Pasangan suami istri pemilik jasa keberangkatan ibadah umrah itu Andika Surachman sebagai Direktur Utama dan Anniesa Desvitasari Hasibuan sebagai Direktur First Travel, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

Baca: Begini Sikap Warga kepada Istri Terduga Teroris Setelah Tim Densus 88 Tangkap MSH

"Pasangan tersebut memiliki utang kepada seseorang sebesar Rp 80 miliar," kata Brigadir Jenderal Herry Rudolf Nahak, Dirtipidum Mabes Polri, di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Jumat (18/8/2017).

Tak hanya itu, aset milik pasangan tersebut juga kini tak ada lagi.

Pasalnya seluruh aset telah dijaminkan ke orang lain.


"Asetnya seperti rumah, beberapa kendaraan, dan kantor First Travel sudah dijaminkan ke orang lain. Karena mereka punya utang," katanya.

Belum lagi, beberapa pihak hotel di Mekah dan Madinah juga melaporkan First Travel karena punya utang Rp 24 miliar.

Utang tersebut merupakan biaya penginapan yang belum dibayarkan.

"Mereka belum memberangkatkan 35.000 jemaah untuk ibadah umrah. Kerugian jamaah total mencapai Rp 550 miliar," katanya.

Bahkan, ketika diperiksa rekeningnya, pasangan tersebut hanya menyisakan saldo Rp 1,5 juta. (Mohamad Yusuf)

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved