Ada Apa Ya? Antrean di Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung Kok Sepi

Tidak terlihat adanya antrean pemohon pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung. . .

Ada Apa Ya? Antrean di Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung Kok Sepi
Tribun Jabar/Wisnu Saputra
Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung terlihat sepi pemohon pembuatan paspor, Rabu (16/8/2017). Sepinya pemohon tersebut dikarenakan sudah adanya pemberlakukan pelayananan antrean pembuatan paspos berbasis online. Sehingga pemohon tak perlu mengantre sejak pagi hari. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Wisnu Saputra

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Tidak terlihat adanya antrean pemohon pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung, Jalan Surapati Nomor 82, Kota Bandung, Rabu (16/8/2017).

Hal ini menyusul diberlakukannya pelayanan antrean pembuatan paspor berbasis online secara serentak di seluruh Kantor Imigrasi Kelas 1 di seluruh wilayah Indonesia pada 15 Agustus 2017 kemarin.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung, Maulia Purnamawati mengatakan, tidak adanya antrean disebabkan sejumlah pemohon kini sudah mulai mengetahui dan melakukan permohonan paspor secara online.

"Sebelum diberlakukan secara online, setiap pagi hari banyak pemohon yang sudah mengantre. Pelayanan antrean pembuatan paspor secara online ini sangat memudahkan masyarakat yang ingin membuat paspor," ujar Maulia.

Meski demikian, lanjut Maulia, pihaknya tak menampik jika sebagian besar masyarakat masih belum mengetahui adanya sistem berbasis online tersebut.


Untuk itu, Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung terus melakukan sosialisasi melalui berbagai media informasi seperti banner, brosur hingga media konvensional.

"Sebagian besar memang belum pada tahu. Kami juga sudah melakukan sosialisasi terus menerus. Baik di media informasi mau pun melalui petugas di kantor ini untuk memberi tahu kepada pemohon yang datang," katanya.

Antusiasme pemohon dengan adanya sistem tersebut, kata dia, sangat baik. Hal ini merujuk dengan adanya pelayanan antrean secara onine yang mencapai hingga sekitar 200 pemohon saat diberlakukannya pada hari pertama.

"Untuk hari kedua ini kami menyiapkan sekitar 330 kuota pemohon. Kalau pas hari pertama hanya 200 pemohon karena belum banyak yang tahu. Dengan angka itu saja sudah sangat terihat antusiasmenya," katanya.


Maulia mengatakan, untuk pelayanan antrean pembuatan paspos secara online, pihaknya mengklaim jika Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung bisa melayani sekitar 50 pemohon setiap jam-nya. Hal ini, kata dia, menjadikan proses pembuatan paspor semakin cepat dan mudah. (*)

Penulis: Ragil Wisnu Saputra
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help