TribunJabar/

Pilgub Jabar

Pilgub Jabar Digoyang Isu Gender, Puti Guntur Soekarno Tanggapi Begini

Munculnya penolakan calon gubernur perempuan oleh 13 ormas yang terhimpun dalam Aliansi Masyarakat Peduli Jabar (AMPJ) menjadi . . .

Pilgub Jabar Digoyang Isu Gender, Puti Guntur Soekarno Tanggapi Begini
TRIBUN JABAR/YUDHA MAULANA
BERFOTO BERSAMA - Politikus Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP), Puti Guntur Soekarno (kerudung merah) berfoto bersama selepas acara reses di Kantor DPC PDIP, Baleendah, Kabupaten Bandung, Minggu (13/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yudha Maulana

TRIBUNJABAR.CO.ID, BALEENDAH - Dinamika politik menuju pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Barat 2018 mulai terasa.

Munculnya penolakan calon gubernur perempuan oleh 13 ormas yang terhimpun dalam Aliansi Masyarakat Peduli Jabar (AMPJ) menjadi lampu kuning bagi partai dalam mengusung jagoannya.

Menanggapi isu gender tersebut, Politikus Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP), Puti Guntur Soekarno mengaku tak gentar untuk tetap melenggang ke bursa pemiihan gubernur Jawa Barat 2018.

Baca: Yudi Guntara Prediksi Ezechiel Bisa Sumbang Banyak Gol untuk Persib Bandung

Menurutnya di alam demokrasi saat ini, perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam konstitusi.

"Perempuan juga memiliki hak, tidak ada masalah kalau saya mencalonkan dan mendaftarkan diri (untuk Pilgub Jabar)," ujar Puti seusai acara reses di DPC PDIP Kabupaten Bandung, Baleendah, Kabupaten Bandung, Minggu (13/8/2017).

Sebelumnya, AMPJ sempat menolak pencalonan Netty Heryawan oleh PKS. Mereka menilai masih banyak kaum adam yang layak memimpin Jawa Barat. Menanggapi hal itu, Puti mengatakan bahwa zaman telah maju.


"Kita kan bukan hidup di zaman dulu, saya siap (mendobrak stigma tersebut). Justru ini merupakan hal yang baik dalam hal pemberdayana perempuan, saya akui bahwa jumlah perempuan di Jawa Barat itu banyak, tapi tingkat pendidikannya, partisipasi murninya juga masih rendah. Banyak isu perempuan yang harus diperjuangkan ke depan," ujar cucu dari Bung Karno tersebut.

Menurutnya merupakan tugasnya, yang kini menjabat di DPR RI Komisi X Bidang Pendidikan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan, terutama di bidang pendidikan dan kesejahteraan ekonomi.

"Saya harapkan perempuan bisa mendapatkan pendidikan tinggi dan pekerjaan yang layak, karena ini juga akan berdampak pada bertumbuhnya ekonomo," kataya.

Puti mendaftarkan diri sebagai bakal calon gubernur di Kantor PDIP Jabar pada 6 Juli 2017 lalu yang bertepatan dengan hari lahir sang proklamator.(*)

Penulis: dam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help