TribunJabar/

Penderita Gangguan Mental Mampu Berkarya dan Berkarir, Asal Melakukan Hal Ini

Banyak anggapan penderita gangguan mental tidak mampu bekerja secara profesional karena kondisi kejiwaannya yang tidak stabil.

Penderita Gangguan Mental Mampu Berkarya dan Berkarir, Asal Melakukan Hal Ini
TRIBUNJABAR.CO.ID/PUTRI PUSPITA
Gathering Komunitas Bipolar Care Indonesia, Bandung, di taman Balai Kota pada Minggu (12/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Apakah penderita gangguan mental tidak mampu produktif dan tidak memiliki kesempatan berkarir?

Banyak anggapan penderita gangguan mental tidak mampu bekerja secara profesional karena kondisi kejiwaannya yang tidak stabil.

Beberapa penderita gangguan mental mengaku tidak memiliki rasa percaya diri untuk bekerja di sebuah instansi perusahaan.

Bahkan mereka tidak benar-benar tahu apa yang harus mereka lakukan untuk karir hidupnya sendiri.

Wakil Ketua Komunitas Bipolar Care Indonesia (BCI) Bandung, Putri Nurfadlilah Salma (22) mengatakan sangat wajar jika hal seperti itu mereka rasakan.


Menurut wanita lulusan jurusan psikologi ini, stigma masyarakat yang buruk soal gangguan mental masih sering terjadi, banyak orang yang lebih menerima sakit fisik dibandingkan sakit mental.

"Ketakutan akan tidak mampu bekerja secara professional juga sering terjadi, padahal untuk dia meniti karir sangat mungkin bukan berarti orang dengan gangguan mental tidak bisa berkarir," ujar Putri di Taman Balai Kota Jalan Wastukencana No 2, Minggu (13/8/2017).

Menurut pendiri BCI Bandung David Widodo Rehatta (31), penderita gangguan mental tidak menyadari di mana kelebihan yang dia miliki.

Halaman
12
Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help