TribunJabar/

Membongkar Peran Laskar Wanita Sang Pejuang Kemerdekaan

Laswi atau Laskar Wanita yang dibentuk pada masa pendudukan Jepang mempunyai peran yang cukup penting di masa perjuangan kemerdekaan.

Membongkar Peran Laskar Wanita Sang Pejuang Kemerdekaan
TRIBUNJABAR.CO.ID/FERRY FADHLURRAHMAN
Siti Aminah Milakusuma, veteran Laskar Wanita RI yang pernah bertugas saat masa perjuangan kemerdekaan 1945-1949 sebagai paramedis. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Ferry Fadhlurrahman

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Laswi atau Laskar Wanita yang dibentuk pada masa pendudukan Jepang mempunyai peran yang cukup penting di masa perjuangan kemerdekaan.

Mitos bahwa mereka hanya pasukan paramedis dan pemberi suplai di medan perang nampaknya dapat terbantahkan. Karena peran mereka yang sama besarnya dengan para pejuang lelaki.

"Mitos kalau anggota laswi itu lemah dan jadi bantuan saja. Ada cerita kalau anggota Laswi itu menggoda para tentara Belanda dan membunuh mereka ketika ditinggal sendiri," ujar M Rikrik, staff dari Museum Monumen Perjuangan, kepada TribunJabar.co.id beberapa waktu lalu.

Hal ini juga bisa dibantu dengan keterangan dari Siti Aminah Milakusuma, veteran Laswi dari Bandung, yang ditemui TribunJabar.co.id beberapa minggu lalu di Legiun Veteran Bandung.

Dirinya yang bergabung dengan Laswi sekitar 1947 pernah menjadi bantuan medis, dikirim ke medan perang untuk membawa suplai makanan dan berjalan selama tiga hari.


Tapi saat itu dirinya tak hanya mempunyai tugas mengirim suplai makanan. Ada tugas rahasia untuk mengirimkan surat kepada seorang Letkol di Semarang.

Menyamar sebagai pedagang arang untuk menghindari penangkapan Belanda dan menyembunyikan surat dengan disembunyikan di bawah lidah.

Penulis: Ferry Fadhlurrahman
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help