TribunJabar/

Jejak Soekarno

Ini Reaksi Perdana Menteri India Setelah Mendengar Pidato Bung Karno di KAA 1955  

Reaksi itu terekam dan terdokumentasi dalam bentuk tulisan yang ditulis Roeslan Abdulgani atau biasa disapa Cak Roes.

Ini Reaksi Perdana Menteri India Setelah Mendengar Pidato Bung Karno di KAA 1955   
Tribun Jabar/Theofilus Richard
Gedung Merdeka, Rabu (9/8/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard 

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG– Menurut catatan sejarah, semua delegasi peserta Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 kagum pada pidato Presiden Soekarno di Pembukaan KAA 1955.

Mendengar pidato tersebut, Perdana Menteri India kala itu, Jawarhal Nehru, langsung bereaksi.

“Setelah Soekarno menutup pidatonya, delegasi berdiri. Nehru mengusulkan kepada delegasi menyampaikan terima kasih atas pidatonya (Soekarno) yang menggugah dan menginspirasi kita untuk menjalankan konferensi dengan baik,” ujar Edukator Museum KAA, Desmond Satria Andrian, saat ditemui Tribun Jabar, Rabu (9/8/2017).

Gayung bersambut, ajakan Jawarhal Nehru diamini para delegasi yang mengucapkan terima kasih secara langsung kepada Soekarno.


Reaksi itu terekam dan terdokumentasi dalam bentuk tulisan yang ditulis Roeslan Abdulgani atau biasa disapa Cak Roes.

Menurut Desmond, pidato Soekarno sangat menginspirasi karena dalam pidato tersebut memuat pesan bagi negara Asia-Afrika yang penduduknya sangat majemuk.

Baca: Kisah Juru Parkir Difabel, Hanya Andalan Satu Tangan untuk Rapikan Motor

Soekarno mengatakan negara-negara Asia dan Afrika harus bersatu dalam keberagaman.

Cita-cita Soekarno dalam KAA adalah negara-negara Asia dan Afrika dapat merdeka dari Neo-Kolonialisme dan berkontribusi dalam perdamaian dunia.

Setelah pembukaan, Jawarhal Nehru mengantarkan Presiden Soekarno keluar pintu gerbang utama Gedung Merdeka sampai dijemput mobil kepresidenan.

Jawarhal Nehru merupakan satu di antara perwakilan negara sponsor KAA.

Selain India, negara sponsor KAA adalah Pakistan, Sri Lanka, Burma, dan Indonesia. (*)

 
 

Penulis: Theofilus Richard
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help