TribunJabar/

First Travel Gunakan Skema 'Gali Lubang Tutup Lubang' untuk Berangkatkan Jamaah

Skema ponzi itu hanya satu dari beberapa tawaran skema pembayaran yang merugikan calon Jemaah.

First Travel Gunakan Skema 'Gali Lubang Tutup Lubang' untuk Berangkatkan Jamaah
Tribunjabar/Ragil Wisnu Saputra
Kantor First Travel Cabang Bandung di Jalan Ibrahim Adjie Nomor 113, Kota Bandung, tampak tertutup, Jumat (11/8/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nasib puluhan ribu calon Jamaah yang gagal diberangkatkan First Travel masih belum jelas setelah penangkapan dua pemilik perusahaan penyelenggara umrah pada pekan lalu.

Kementerian Agama mengatakan akan membuat pusat krisis bagi 'korban' First Travel.

Hirwan Syamsir warga Kebayoran Lama terduduk lesu di halaman gedung GKM Green Tower di TB Simatupang Jakarta Selatan.

Dia dan tiga rekannya mendatangi kantor First Travel yang berada di lantai 16, untuk meminta penjelasan rencana keberangkatan umrah yang dijanjikan pada Mei lalu.

Tapi Kamis lalu, Hirwan mendapati kantor First Travel di Jakarta telah disegel oleh kepolisian setelah pemiliknya Andika Surachman dan Anniesa Devitasari Hasibuan.

"Dulu daftar di kantor First Travel di Radar Auri (Cimanggis), kita konfirmasi kemarin katanya ke sini tapi kantornya udah tutup," kata Hiwran.

Baca: Tak Risih Ikut Lomba Bareng Warga, Siapa Sangka Wanita Bersandal Jepit ini adalah Artis Terkenal

Hirwan pun terpaksa menunggu di lobi dan di halaman GKM Tower bersama dengan puluhan Jamaah lainnya tanpa ada kejelasan.

Dia mengaku tertarik dengan promosi yang dilakukan Fisrt Travel di Facebook dan berencana untuk melakukan perjalanan umrah dengan rombongan yang berjumlah 10 orang.

Biaya sebesar RP14,3 juta pun telah dibayar lunas sejak Agustus 2016 lalu.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help