TribunJabar/

Akses Listrik Dibatasi, Warga Palestina Kesulitan Menjalani Hidup

Dalam satu hari, Gaza hanya memiliki akses listrik selama 3 jam, setelah itu warga Gaza hanya mengandalkan lilin dan obor untuk penerangan.

Akses Listrik Dibatasi, Warga Palestina Kesulitan Menjalani Hidup
TRIBUN JABAR/Isal Mawardi
Lembaga Aksi Cepat Tanggap melakukan penggelangan dana di Car Free Day, Dago, Kota Bandung, Minggu (13/8/2017). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Isal Mawardi

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Semenjak akses menuju dan dari negara lain ditutup serta diberlakukannya pembatasan listrik membuat beberapa perusahaan di wilayah Gaza, Palestina, gulung tikar.

Dalam satu hari, Gaza hanya memiliki akses listrik selama 3 jam, setelah itu warga Gaza hanya mengandalkan lilin dan obor untuk penerangan.

Pembatasan akses ini yang membuat perusahaan-perusahaan di Gaza tidak bisa beroperasi secara maksimal.

Hal ini membuat beberapa perusahaan di Gaza terpaksa merumahkan karyawannya.

Dilansir Act.id, Menurut Badan Pusat Statistika Palestina, 42% penduduk Gaza adalah pengangguran.

Ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia.


Selain itu 40% penduduk Gaza hidup di bawah garis kemiskinan.

Dampak pembatasan listrik ini juga mengancam nyawa pasien rumah sakit. Petugas kesehatan tidak bisa memaksimalkan peralatan medis karena pasokan listrik dibatasi.

Halaman
12
Penulis: Isal Mawardi
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help