TribunJabar/

9 Makam Syech Abal-abal Kembali Dibangun, Awalnya Cuma Ingin Beri Tanda

Dalam keputusan bersama serta fatwa MUI, makam abal-abal yang dibangun di atas makam umum dan menutup sejumlah makam sebelumnya itu harus dibongkar.

9 Makam Syech Abal-abal Kembali Dibangun, Awalnya Cuma Ingin Beri Tanda
SURYA/HANIF MANSHURI
Inilah makam syeh abal - abal yang dibangun kembali pengikut jamaah Assinuwun di atas makam umum di Desa Sukobendu Kecamatan Mantup, Minggu (13/8/2017). 

TRIBUNJABAR.CO.ID, LAMONGAN - Terhitung setahun lebih tiga bulan sebanyak 9 makam abal–abal di Desa Sukobendu, Kecamatan Mantup dibongkar oleh pemerintah daerah, tepat pada Selasa (3/5/2016).

Kini sejumlah pengikut jamaah Assinuwun Desa Sukobendu kembali membangun makam yang direkayasa bernama Syeh Maulana Ahmad Hasan Hambali.

Saat pembongkaran 9 makam abal-abal ini memakan proses yang cukup lama karena melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forkopimda.

Dalam keputusan bersama serta fatwa MUI, makam abal-abal yang dibangun di atas makam umum dan menutup sejumlah makam sebelumnya itu harus dibongkar.


Namun kini fatwa MUI itu dilecehkan. Jamaah Assinuwun pimpinan warga Kranggan Kecamatan Lamongan membangun kembali.

Selain makam syeh abal-abal, Maulana Ahmad Hasan Hambali, jamaah juga sudah membangun embrio makam para pengikut syeh.

Dibangunnya kembali makam abal-abal itu memang tidak disangka warga. Karena saat pembongkaran 9 makam sudah diratakan dan para ahli waris makam yang ditumpangi abal-abal sudah memberi tanda kembali.

Warga senang menyambut ketegasan pemerintah, lantaran ahli waris keluarga yang saat ditimbun dengan 9 makam abal-abal bisa ditemukan.

"Ini sudah melanggar kesepakatan dan sangat melecehkan keputusan pemerintah yang sah," tegas Yunan, warga Sukobendu kepada Surya, Minggu (13/8/2017).

Halaman
12
Editor: Ravianto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help