TribunJabar/

Kisah Juru Parkir Difabel, Hanya Andalan Satu Tangan untuk Rapikan Motor

Untuk memarkirkan sepeda motor, Enan Sumpena tampak cukup kesulitan karena hanya menggunakan tangan kiri.

Kisah Juru Parkir Difabel, Hanya Andalan Satu Tangan untuk Rapikan Motor
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Enan Sumpena, tukang parkir di Jalan Terusan Buah Batu, samping Pasar Kordon. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Seorang juru Parkir Enan Sumpena (56) mengaku mengalami cacat fisik sejak bayi.

Ketika bayi, berusia tiga bulan, ia mengaku dua kali jatuh ketika digendong ibunya.

"Kaki bapak jadi seperti ini gara-gara jatuh saat digendong ibu," ujar Enan Sumpena kepada Tribun Jabar di Jalan Terusan Buah Batu, Kota Bandung, Sabtu (12/8/2017).

Karena insiden itu, bayi kaki kanannya menjadi bengkok dan telapak kakinya berbalik ke belakang.


Setelah dewasa, kondisi itu tidak menjadi halangan untuk mencari nafkah demi kebutuhan keluarga.

Memakai tongkat untuk menahan keseimbangannya, setiap hari, ia menjaga dan merapikan sepeda motor.

Selain tongkat, ia punya mengenakan topi, seragam parkir berwarna oranye, dan peluit.

Pria yang memiliki empat anak itu hampir 12 tahun menjadi tukang parkir di Jalan Terusan Buah Batu, Kota Bandung, tepatnya di samping Pasar Kordon.

Halaman
12
Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help