TribunJabar/

Inilah Keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia

"Keputusan Rapat Dewan Gubernur tersebut mulai berlaku sejak Jumat 21 Juli 2017," ujar Wiwiek Sisto Widayat.

Inilah Keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia
TRIBUNJABAR.CO.ID/YONGKI YULIUS
Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) dan Perkembangan Beberapa Indikator Ekonomi Jawa Barat Terkini, Jumat (11/8/2017), di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Bandung. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Rabu (19/7/2017) dan Kamis (20/7/2017) memutuskan untuk mempertahankan BI 7 day Reverse Repo Rate tetap sebesar 4,75 persen, dengan suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 4,00 persen, dan Lending Facility tetap sebesar 5,50 persen.

Hal tersebut disampaikan pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Jabar, Wiwiek Sisto Widayat, dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur dan Perkembangan Beberapa Indikator Ekonomi Jawa Barat Terkini, Jumat (11/8/2017), di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Bandung.

"Keputusan Rapat Dewan Gubernur tersebut mulai berlaku sejak Jumat 21 Juli 2017," ujar Wiwiek Sisto Widayat.

Pertumbuhan ekonomi dunia terus membaik sesuai perkiraan dengan beberapa resiko yang tetap perlu dicermati.

Proses pemulihan ekonomi domestik terus berlanjut namun tidak sekuat perkiraan semula, akibat perlambatan konsumsi, meski di sisi lain terdapat peningkatan investasi.


Tekanan inflasi diperkirakan sedikit berkurang di bawah perkiraan semula akibat permintaan yang masih lemah dan terkendalinya harga pangan.

Untuk itu, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta tetap memberi dukungan bagi pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Bank Indonesia juga terus mempererat koordinasi bersama pemerintah dalam rangka pengendalian inflasi.

Koordinasi tersebut dilakukan agar pengendalian inflasi tetap berada kisaran sasaran.

Tujuan lain koordinasi tersebut adalah untuk mendorong kelanjutan reformasi struktural agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.

Penulis: Yongky Yulius
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help