TribunJabar/

Jabar Berpeluang Jadi Pusat Industri Keuangan Syariah di Indonesia

Ia pun menyambut baik banyaknya perguruan tinggi di Jabar yang menghadirkan program-program studi ekonomi berbasis syariah

Jabar Berpeluang Jadi Pusat Industri Keuangan Syariah di Indonesia
Istimewa
Wagub Jabar, Deddy Mizwar, saat Tasyakur Milad ke-25 tahun dan peresmian kantor pusat PT BPR Syariah Amanah Ummah di Leuwiliang Kabupaten Bogor, Senin (7/8/2017). 

TRIBUNJABAR.CO.ID, BOGOR- Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, mengatakan jumlah penduduk muslim di Jabar yang kini mencapai 40,9 juta jiwa memiliki potensi pasar keuangan syariah yang sangat terbuka.

Ia pun menyambut baik banyaknya perguruan tinggi di Jabar yang menghadirkan program-program studi ekonomi berbasis syariah yang nantinya dapat mengisi ruang kosong di industri keuangan syariah.

Hal ini, menurutnya, akan mampu meminimalisasi terbatasnya ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus di bidang ekonomi syariah.

"Jabar sudah sepantasnya menjadi yang terdepan dan menjadi pusat industri keuangan syariah di Indonesia," kata Deddy Mizwar seusai menghadiri Tasyakur Milad ke-25 tahun dan peresmian kantor pusat PT BPR Syariah Amanah Ummah di Leuwiliang Kabupaten Bogor, Senin (07/08/2017).

Wagub Jabar, Deddy Mizwar, saat Tasyakur Milad ke-25 tahun dan peresmian kantor pusat PT BPR Syariah Amanah Ummah di Leuwiliang Kabupaten Bogor, Senin (7/8/2017).
Wagub Jabar, Deddy Mizwar, saat Tasyakur Milad ke-25 tahun dan peresmian kantor pusat PT BPR Syariah Amanah Ummah di Leuwiliang Kabupaten Bogor, Senin (7/8/2017). (Istimewa)

Ia mengatakan, berdasarkan hasil Survey Nasional Literasi Keuangan (SNLK) tahun 2016, tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia naik menjadi 67,82%. Sedangkan persentase masyarakat yang ada di kelompok "well literate" naik menjadi 29,66%.

"Alhamdulillah, indeks inklusi keuangan di Jabar sudah 68,32%, artinya di atas rata-rata nasional dan indeks literasi keuangan kita diangka 38,70% tertinggi kedua setelah DKI Jakarta," katanya.


Namun demikian, indeks inklusi keuangan syariah di Jabar sudah lebih baik yaitu mencapai 21,56%.

Deddy Mizwar menuturkan, poin penting yang harus menjadi fokus perhatian para pelaku jasa keuangan syariah adalah memperkuat perannya dalam kegiatan sektor riil, misalnya, pembiayaan syariah untuk industri pariwisata serta unit-unit usaha syariah potensial lainnya seiring dengan meningkatnya tren halal lifestyle global.

"Karena itu saya harap jasa keuangan syariah terus mengedukasi dan transaparan kepada masyarakat atau calon nasabah tentang karakteristik produk dan layanan jasa keuangan yang tersedia," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help