Novel Baswedan Hingga Kini Belum Diperiksa Polisi, Lebih Memilih Bicara di Media

Antara KPK dan Polri sendiri seolah 'saling tunggu' untuk memeriksa Novel yang sedang dirawat akibat penyerangan tersebut di rumah sakit di Singapura.

Novel Baswedan Hingga Kini Belum Diperiksa Polisi, Lebih Memilih Bicara di Media
KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA
Komisioner Ombudsman Alamsyah Saragih dan Adrianus Meliala, serta Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto dan Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya dalam konferensi pers di gedung Ombudsman RI, Jakarta, Kamis (27/7/2017). 

TRIBUNJABAR.CO.ID, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan hingga kini belum diperiksa kepolisian secara pro justicia dalam rangka pengusutan kasus penyerangannya menggunakan air keras oleh orang tak dikenal.

Antara KPK dan Polri sendiri seolah 'saling tunggu' untuk memeriksa Novel yang sedang dirawat akibat penyerangan tersebut di rumah sakit di Singapura.

Polri sebelumnya sudah menyatakan, keterangan Novel akan menjadi pintu masuk pengembangan kasus yang sejak terjadi pada 11 April 2017 itu belum terpecahkan.

Kriminolog dari Universitas Indonesia, Adrianus Meliala mengatakan, sangat aneh dalam kasus kriminal, korbannya belum diperiksa secara pro justicia dalam hal ini di-BAP.

Padahal, dalam teori penyidikan, kata Adrianus, itu perlu mencari kejelasan suatu segitiga, yakni pelaku, korban dan bukti.


Pelaku dalam kasus ini belum terungkap. Sehingga tersisa korban dan bukti. Bukti bisa berupa saksi mata, barang bukti, dan petunjuk-petunjuk.

"Menariknya dalam kasus Novel ini, polisi dipaksa untuk mencari-cari dari sudut bukti, untuk kemudian mencari tahu siapa pelaku. Sementara dalam hal ini korban kelihatan tidak kooperatif. Mengapa demikian, karena dia belum pernah diperiksa secara pro justicia, belum pernah di BAP," kata Adrianus, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (6/8/2017).

Sementara Novel, menurut Adrianus, lebih memilih berbicara kepada media-media. Padahal, keterangan Novel di media massa belum tentu bisa dipertanggungjawabkan.

"Bagi saya aneh saja Novel kan penyidik, kok lebih memilih bicara di media, sementara dia sendiri enggak pernah memberi keterangan di bawah sumpah (di BAP)," ujar Adrianus.

Halaman
12
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved