TribunJabar/

Remaja 14 Tahun Kuliah di ITB

Sempat Dicap Anak Autis, Musa Izzanardi ''Si Anak Istimewa'' Lolos Kuliah di ITB

Yanti mengatakan, sejak kecil Izzan memang sudah menunjukkan perilaku yang unik. Selain hiperaktif dan seolah memiliki dunianya sendiri

Sempat Dicap Anak Autis, Musa Izzanardi ''Si Anak Istimewa'' Lolos Kuliah di ITB
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Musa Izzanandri Wijanarko (kedua dari kiri) bersama kedua orang tua dan adiknya di kediamannya di Kampung Tugu Laksana, Desa Pagerwangi, Lembang, Bandung Barat, Selasa (25/7). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Sempat mendapat berbagai diagnosis psikologis mulai dari hiperaktif, autism spectrum disorder, asperger syndrom, gangguan sensori integrasi, hingga gangguan mobilitas, remaja berkemampuan istimewa ini berhasil lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Juni lalu.

Ia diterima di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sekilas tak ada yang berbeda dari remaja berusia 14 tahun ini. Musa Izzanardi Wijanarko tampak seperti remaja pada umumnya. Ia sangat aktif dan memiliki keingintahuan yang tinggi.

Saat ditemui di kediamannya di Kampung Tugu Laksana, Desa Pagerwangi, Lembang, Bandung Barat, remaja berkacamata ini hanya mengenakan kaus olahraga biru berkerah pendek dan celana training berwarna hitam. Sulit dipercaya bahwa di balik kesederhanaannya itu anak pasangan Yanti Herawati dan Mursid Wijanarko ini memiliki keistimewaan.

Yanti mengatakan, sejak kecil Izzan memang sudah menunjukkan perilaku yang unik. Selain hiperaktif dan seolah memiliki dunianya sendiri (autisme), Izzan memiliki daya ingat dan rasa keingintahuan yang sangat kuat.

"Saat itu kami tak sadar bahwa perilaku Izzan menunjukkan kecerdasan. Izzan terus melakukan trial and error, merusak semua mainan, membongkar barang elektronik. Semua barang dibongkar, dilempar. Sangat nakal, tidak bisa diam, dan tidak mau mendengar," ujar Yanti, yang didampingi suami dan anak-anaknya di kediamannya, Selasa (25/07).

Cemas akan perilaku anak keduanya itu, Yanti pun sempat memeriksakan anaknya tersebut ke dokter THT karena takut Izzan mengalami gangguan pendengaran. Izzan juga sempat di- screening ke psikolog hingga mendapat berbagai diagnosis psikologis.

Kelebihan Izzan, ujarnya, baru ia sadari saat si bocah berusia 6 tahun 8 bulan. Saat itu Izzan sudah mampu mengerjakan materi pelajaran matematika setara anak usia 15 tahun atau kelas 2 SMP.

Musa Izzanandri Wijanarko memainkan piano.
Musa Izzanandri Wijanarko memainkan piano. (Tribun Jabar/Mumu Mujahidin)
Halaman
12
Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help