TribunJabar/

Marine Center Ika Unpad Kembangkan Budi Daya Lele Biofloc

Produk yang dihasilkan harus dikembangkan secara kreatif untuk menghasilkan produk turunan yang mampu menjadi identitas bagi daerah pengembangnya.

Marine Center Ika Unpad Kembangkan Budi Daya Lele Biofloc
ISTIMEWA
Ketua Marine Center IKA Unpad Imam Kadarisman berfoto bersama Ketua Pusat Studi Kewirausahaan Fisip Unpad, Slamet Usman dan Tim Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ( FPIK) pimpinan Wakil Dekan Yudi Nur Ihsan, usai melakukan MOU Budidaya ikan lele "biofloc" di kolam terpal lahan perusahaan KJA Stargold Cililin, Selasa (25/7). 

TRIBUNJABAR.CO.ID, CILILIN - Marine Center Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (Ika Unpad) melakukan kerja sama budi daya lele "biofloc" dengan Pusat Studi Kewirausahaan FISIP Unpad, Fakultas Pertanian dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unpad, serta Stargold di KJA Stargold Cililin, Selasa (25/7).  Kerja sama itu diharapkan menjadi pilot project yang dapat diterapkan di kabupaten dan provinsi di seluruh Indonesia untuk pemenuhan protein hewani di masyarakat.

Ketua Marine Center Ika Unpad Imam Kadarisman mengatakan budidaya biofloc merupakan budidaya ikan lele melalui proses penumbuhan dan pengembangan mikroorganisme. Caranya lanjut Imam, dengan mengolah limbah hasil budidaya sehingga menjadikan budidaya dapat dilakukan padat, lebar, tinggi.

"Kami mencoba menghilirisasi studi-studi baik dari fakultas maupun universitas sehingga menjadi aktivitas nyata. Ini merupakan hasil kerja sama antara Pusat Studi Wirausaha Disip, Marine Center Ika Unpad, FPIK, dan perusahaan keramba jaring apung Stargold. Dengan budidaya lele biofloc kolam terpal, harapannya adanya kualitas, kuantitas, kontinuitas. Pola kerjasama ini diharapkan bisa diimplentasikan di kabupaten dan provinsi lain, sehingga tercapai untuk terpenuhinya kesediaan protein hewani," ujar Imam dalam rilis yang diterima Tribun, Rabu (26/7).

Ketua Pusat Studi Kewirausahaan Fisip Unpad, Slamet Usman mengatakan, program ini diharapkan bukan saja menjadi pusat pembelajaran dan penelitian bagi civitas akademika, tetapi juga diharapkan menjadi pilot project bagi pengembangan wirausaha baru di berbagai daerah. Produk yang dihasilkan harus dikembangkan secara kreatif untuk menghasilkan produk turunan yang mampu menjadi identitas bagi daerah pengembangnya.

"Masyarakat Indonesia baru mengonsumsi 38 kg per tahun, sementara negara ASEAN lain sudah di atas 60 kg per tahun. Jadi diharapkan dengan adanya sbu hasil kerjasama /kolaborasi ke depan mampu mendapatkan dukungan dari Perum Perindo untuk menjadi lembaga yang mapu melakukan stabilisasi harga dalam tata niaga ikan lele. Juga merangsang fresh graduate sarjana yang baru lulus untuk menjadi wirausahawan baru," kata Slamet.

Di tempat yang sama, Wakil Dekan FPIK Yudi Nurul Ichsan menyambut baik pendirian SBU ini. Diharapkannya, program ini menjawab tantangan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar sektor perikanan. Juga lanjutnya menjadi kolaborasi antara akademisi dan alumni unpad yang telah terjun dalam dunia bisnis serta menjadi jembatan antara riset yang telah dihasilkan di dunia kampus dengan dunia nyata di masyarakat. (*)

Editor: Machmud Mubarok
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help