TribunJabar/

Tribun Health

Waspada Sering Kerja Lembur, Sayangi Jantung Anda!

Sebuah laporan bulan Maret dari Australian National University memperingatkan bahwa titik kritis. . .

Waspada Sering Kerja Lembur, Sayangi Jantung Anda!
liveworkanywhere
Pria di Jepang terkapar di lantai stasiun kereta bawah tanah. Karoshi, tewas karena kelelahan akibat bekerja terlalu keras mulai menghantui Jepang. 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Kerja keras adalah jalan menuju sukses, tapi bagaimana bila terlalu keras bekerja?

Ada baiknya dikurangi karena dampaknya berbahaya bagi jantung.

European Heart Journal mempublikasikan studi yang menyimpulkan karyawan yang bekerja lebih dari 55 jam dalam sepekan cenderung mengalami kenaikan detak jantung yang tidak teratur, dibanding mereka yang bekerja dalam waktu standar yakni 35 sampai 40 jam dalam sepekan.

Para peneliti dari European Society of Cardiology mempelajari hampir 85.000 pria dan perempuan selama 10 tahun. Di awal peelitian, tak satu pun dari mereka memiliki gangguan irama jantung atau yang biasa dikenal sebagai Fibrilasi atrium atau AFib .

Tapi, 10 tahun kemudian, ada 1.061 kasus baru AFib dari para responden itu. Mereka yang bekerja lebih dari 55 jam seminggu memiliki kemungkinan 40 persen lebih besar beresiko mengalami AFib daripada mereka yang bekerja dalam waktu normal.

Hasil itu didapat bahkan setelah peneliti memasukkan faktor risiko AFib seperti usia, jenis kelamin, obesitas, merokok dan konsumsi alkohol.


"Sembilan dari 10 kasus atrial fibrillation terjadi pada orang-orang yang sebelumnya bebas dari penyakit kardiovaskular," tulis penulis penelitian tersebut.

"Ini menunjukkan bahwa peningkatan resiko terjadi pada orang yang jam kerjanya panjang dibandingkan dengan efek dari penyakit kardiovaskular yang ada sebelumnya. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme yang terkait.”

Penulis penelitian ini menyebut bahwa mereka hanya mencatat berapa banyak jam kerja dalam sepekan para pria dan wanita di awal penelitian, dibandingkan selama percobaan atau pada akhirnya. Namun, penulis mencatat bahwa pola kerja cenderung konsisten.

Halaman
12
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help