TribunJabar/

Tak Tenang Jadi Pelarian, Tahanan Kabur Ini Minta Dijemput Polisi

Herman Susilo tahanan kasus narkoba ini sepertinya tidak tahan dengan kondisi harus hidup berpindah-pindah pascakabur dari rutan pada Jumat (5/5/2017)

Tak Tenang Jadi Pelarian, Tahanan Kabur Ini Minta Dijemput Polisi
Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat
Beberapa tahanan yang dipindahkan dari rutan Sialang Bungkuk ke beberapa lapas di Riau. Pemindahaan dilakukan sejak Sabtu (15/7/2017) sampai Minggu (16/7/2017) siang. 

TRIBUNJABAR.CO.ID, PEKANBARU- Dua bulan kabur tahanan Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Herman Susilo meminta keluarga agar polisi datang menjemputnya.

Herman Susilo tahanan kasus narkoba ini sepertinya tidak tahan dengan kondisi harus hidup berpindah-pindah pascakabur dari rutan pada Jumat (5/5/2017).

Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Dodi Vivino, mengatakan Herman dijemput dan diamankan polisi dari Polda Riau di rumah temannya di Pekanbaru, Senin (17/7/2017).

"Jadi selama pelariannya tahanan ini hidup berpindah-pindah. Awalnya kabur ke daerah Kubang Raya, kemudian meminjam uang temannya untuk melanjutkan pelarian ke Pasir Pengeraian, Kabupaten Rohul," kata Dodi, Selasa (18/7/2017).


Selama di Pasir Pengaraian, Herman terus hidup berpindah-pindah dari satu teman ke temannya yang lain.

Hari-hari yang dilaluinya selama kabur justru membuatnya tidak tenang.

Terakhir ia memilih balik ke Pekanbaru kemudian menghubungi keluarganya.

"Saat di Pekanbaru inilah tahanan bernama Herman meminta pihak keluarga menghubungi polisi agar menjemputnya," ujar Dodi.

"Saya menyesal kabur dari rutan. Selama dalam pelarian hidup saya tidak tenang. Langkah saya terbatas," kata Herman ditemui di tahanan Mapolresta Pekanbaru.

Herman sebelumnya ditangkap Tim Opsnal Polsek Lima Puluh, Polresta Pekanbaru atas kepemilikan satu kilogram ganja.

Selain Herman polisi juga meringkus dua rekannya saat di kediamannya pada Mei 2017 silam. (*)

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help