TribunJabar/

Pria Berusia Satu Abad Mempertahankan Hidupnya dari Kerupuk

Abah Yaya, lelaki tua berusia satu abad yang seharusnya sudah menikmati masa tuannya, masih mengais rezeki menafkahi keluarga.

Pria Berusia Satu Abad Mempertahankan Hidupnya dari Kerupuk
TRIBUNJABAR.CO.ID/HILMAN KAMALUDIN
Abah Yaya. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Abah Yaya, lelaki tua berusia satu abad yang seharusnya sudah menikmati masa tuannya, masih mengais rezeki menafkahi keluarga.

Sejak pukul 05.00 WIB ia sudah berangkat dari rumahnnya untuk menjual kerupuk orang lain.

Sejauh 2 km ia berjalan menuju tempat berjualannya, terkadang naik ojeg atau angkot.

Lelaki tua yang tidak pernah sekolah ini, menjual kerupuk atau cemilan itu tidak lain untuk menafkahi istrinya dan hanya mengambil keuntungan Rp 500 dari satu bungkus kerupuk.


Dengan berbekal karung, setiap hari ia membawa kerupuk dari rumahnya di kampung Patala, RT 4 RW 5, Desa Sindang Panon, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung ke supermarket daerah Rencong Banjaran.

Setiap hari ia mengambil kerupuk dari langganannya, lalu ia menjualnya di supermarket daerah Rencong Banjaran.

Di Supermarket ini ia berjualan kerupuk sudah 1.5 tahun, dulunya berjualan ubi mentah di kampungnya.

Abah Yaya.
Abah Yaya. (TRIBUNJABAR.CO.ID/HILMAN KAMALUDIN)

Harga kerupuk dari langganannya itu Rp 2.000 lalu ia jual Rp 2.500, hanya mengambil untung Rp 500.

Halaman
12
Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help