TribunJabar/
Home »

News

» Jakarta

Korupsi eKTP

Setya Novanto Tersangka e-KTP, Nurul Arifin Berharap Tak Ada Intervensi Pihak Manapun

Lembaga antirasuah itu telah menetapkan Ketua Umum Golkar Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus e-KTP.

Setya Novanto Tersangka e-KTP, Nurul Arifin Berharap Tak Ada Intervensi Pihak Manapun
KOMPAS.com/SRI LESTARI
Setya Novanto disela-sela acara Munaslub Partai Golkar, Nusa Dua,Minggu(15/5/2016) 

TRIBUNJABAR.CO.ID, JAKARTA - Partai Golkar mengaku kaget dengan penetapan Setya Novanto sebagai tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lembaga antirasuah itu telah menetapkan Ketua Umum Golkar Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus e-KTP.

"Saya tidak berani berkomentar banyak. Masih kaget, masih kaget," kata Ketua DPP Golkar Nurul Arifin di Gedung DPR, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Nurul mengaku baru mendengar informasi memgenai penetapan Setya Novanto tersangka.

Ia juga belum melihat surat penetapan Novanto sebagai tersangka.


"Saya kira besok baru ada sikap yang lebih jelas. Kalau memang, tentu kita prihatin ya, ya kita berharap yang terbaik dan tidak ada intervensi dari pihak manapun. Kita ikuti saja," kata Nurul.

Sebelumnya, Ketua DPR Setya Novanto akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi KTP Elektronik.

"KPK menetapkan saudara SN sebagai tersangka baru dalam kasus E-KTP," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi pers di Kuningan, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Nama Novanto sendiri telah muncul dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto. Keduanya merupakan bekas pejabat Kemendagri yang telah duduk di kursi pesakitan.

Novanto disebut-sebut bersama-sama Irman, Sugiharto, Andi Narogong, mantan Sekretaris Jenderal Kemendagri Diah Anggraini dan Drajat Wisnu, Direktur PNRI Isnu Edhi Wijaya, terlibat melakukan korupsi proyek e-KTP.(*)


Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help