TribunJabar/

Mengintip Burung Bidadari di Pulau Halmahera, Burung Langka Sehari Hanya Muncul Duakali

Burung ini juga masuk dalan satu keluarga dengan Cendrawasih. Tapi burung ini hanya ada di Maluku Utara. Habitatnya ada di Taman Nasional ini.

Mengintip Burung Bidadari di Pulau Halmahera, Burung Langka Sehari Hanya Muncul Duakali
Tribun Jabar/Wisnu Saputra
Salah seorang Tim T7W 2017 tengah menaiki anak tangga untuk mencapai rumah pohon untuk mengamati Burung Bidadari Halmahera yang merupakan fauna ikonik Provinsi Maluku Utara. 

Burung Bidadari Halmahera ini juga salah satu fatwa yang dilindungi. Pasalnya, keberadaan burung yang menjadi kebanggaan Provinsi Maluku Utara ini sudah termasuk langka dan terancam punah.

Burung Bidadari oleh pemerintah juga ditetapkan berada dalam keluarga Paradisaeidae dengan genus dan nama spesies Semioptera Wallaci. Nama genus ini diambil sebagai bentuk penghargaan kepada Alfred Russel Wallace yang pertama kali menemukan burung tersebut dan hidup pada tahun 1823 hingga 1913.

"Burung ini juga masuk dalan satu keluarga dengan Cendrawasih. Tapi burung ini hanya ada di Maluku Utara. Habitatnya ada di Taman Nasional ini," katanya.

Usai mendengar penjelasan singkat, tim kemudian bergerak ke lokasi pengamatan burung tersebut yang lokasinya sekitar tiga kilometer dari kawasan Resort Tayawi. Perjalanan pun ditempuh sekitar kurnag lebih 1,5 jam. Tim menyusuri berbagai perkebunan dengan berjalan kaki.

Baca: Ahmad Heryawan: Kalah atau Menang Bagi Saya Persib Tetap Kesayangan

Tim juga menyeberangi sungai sebanyak tiga kali untuk mencapai lokasi tersebut.  Sungai yang diseberangi oleh tim bernama Sungai Tayawi. Setelah menempuh berbagai trek dan rintangan, hingga bertemu dengan Suku Tobelo Dalam atau Suku Togutil yang ada di dalam kawasan hutan tersebut, akhirnya tim berhasil tiba di lokasi pengamatan sekitar pukul 06.00 WIT.

"Jangan menggunakan lampu blitz jika ingin memotret. Takutnya burung nanti pindah ke lokasi lainnya. Apalagi ini kan sudah mulai langka," kata David yang sebelumnya juga mengimbau agar tim menggunakan kostum berwarna gelap.

David mengatakan, burung tersebut hanya dua kali dalam sehari menampakkan diri. Yang pertama, burung akan menampakkan diri pada pukul 05.00-08.00 WIT. Di sore hari burung akan menampakkan diri pukul 17.00-18.00 WIT.

Di lokasi pengamatan ini juga terdapat rumah pohon yang sengaja dibangun untuk keperluan pengamatan. Rumah pohon tersebut berada di ketinggian sekitar 8 meter tepat di Pohon Badenga.

Pohon ini memiliki tangga yang terbuat dari susunan kayu yang diikat dengan menggunakan tali.

Halaman
123
Penulis: Ragil Wisnu Saputra
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help