TribunJabar/

Hari Pertama Sekolah

Lahan Terbatas, Ruang Kelas di SDN Bobojong Kutawaringin Kabupaten Bandung Pun Disekat Pakai Papan

Di SD Bobojong, baru ada tiga ruangan yang diperuntukkan bagi enam kelas yang berjumlah 98 murid.

Lahan Terbatas, Ruang Kelas di SDN Bobojong Kutawaringin Kabupaten Bandung Pun Disekat Pakai Papan
Tribunjabar/Yudha Maulana
Sekat Papan SDN Bobojong 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yudha Maulana

‎TRIBUNJABAR.CO.ID, KUTAWARINGIN - Lantaran terbatasnya ruang kelas, murid SDN Bobojong di Kampung Bobojong, Desa Buninagara, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, terpaksa harus berbagi ruangan belajar menggunakan sekat papan.

Di SD Bobojong, baru ada tiga ruangan yang diperuntukkan bagi enam kelas yang berjumlah 98 murid. Kepala sekolah dan para guru pun harus berbagi ruangan dengan para murid di ruangan yang sama.

"Satu kelas ada yang berisi 9, 15, dan 19 murid, kebanyakan yang belajar orang sini saja," ujar Kepala Sekolah SDN Bobojong, Cece Cukmara saat ditemui Tribun Jabar di sekolah tersebut, Senin (17/7/2017).

Baca: Mengantar Anak ke Sekolah Disarankan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Cece mengatakan, tahun ini, sedang dilaksanakan pembangunan dua ruangan tambahan di lantai dua. Sebab, sulit untuk mendirikan bangunan baru di atas lahan seluas kurang lebih 300 meter persegi itu.

Lokasi sekolah tersebut berbatasan dengan makam dan tebing di belakang sekolah, sedangkan bangunan sekolah yang memanjang tersebut dikelilingi oleh pemukiman warga.


"Kalau dulu KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) disekat-sekkat, sekarang ditambah dua ruangan lagi, awalnya akan dibangun dari dana alokasi khusus oleh desa, tapi lahannya tida ada, kepala desa juga bilang darimana lahannya, ini dananya dari APBD," kata Cece.

Proses pembangunan dua ruangan tambahan itu telah berlangsung sejak pekan lalu. Pantauan Tribun, para pekerja tengah membongkar bangunan kelas yang telah ada untuk dipasangi fondasi.


Sementara itu, proses KBM dilakukan di dua madrasah yang terletak tak begitu jauh dari lokasi SDN tersebut. Sayangnya, saat Tribun menyambangi salah satu madrasah itu, siswa telah pulang usai mendapatkan sosialisasi pada tahun ajaran baru ini.

Kendati terbatas dari segi fasilitas, kata Cece, jumlah siswa yang mendaftar di SDN tersebut bertambah. Dari 13 murid yang lulus, telah terdaftar 20 peserta didik baru pada tahun ajaran ini.

"Sekarang orang tua sudah mulai percaya kembali, karena kita sedang melakukan pembangunan, tapi saya rasa itu belum maksimal karena kita tidak punya ruang guru atau perpusatakaan," kata Cece.

Penulis: dam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help