TribunJabar/

Hari Pertama Sekolah

Dedi Mulyadi Imbau Siswa yang Mampu Bantu Temannya yang Kurang Mampu

Pelajar SD dan SMP dari keluarga tidak mampu diharuskan membantu pelajar dari keluarga tidak mampu, yang kesulitan membeli seragam dan peralatan. . .

Dedi Mulyadi Imbau Siswa yang Mampu Bantu Temannya yang Kurang Mampu
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.CO.ID, PURWAKARTA - Pelajar SD dan SMP dari keluarga tidak mampu diharuskan membantu pelajar dari keluarga tidak mampu, yang kesulitan membeli seragam dan peralatan sekolah lainnya.

Hari ini, pelajar mulai memasuki hari pertama masuk sekolah.

Baca: Hayo Lagi Ngapain? Kendarai Motor Pelan-pelan, Tangan Pria ini Kok Mencurigakan?

Bupati Purwakarta Mulyadi mengaku mendapat banyak keluhan dari orang tua via SMS center yang kesulitan mendapat peralatan sekolah termasuk seragam.

"Cukup banyak mendapatkan keluhan dari orangtua yang tidak mampu membeli seragam, sepatu, buku atau peralatan lainnya sehingga untuk menyelesaikannya gotong royong siswa sebagai jawaban," kata Dedi ketika membuka hari pertama masuk sekolah di Pendopo Purwakarta, Senin (17/7/2017).

Di pekan pertama tahun pelajaran baru, ia meminta setiap kepala sekolah untuk mengidentifikasi pelajar dari keluarga tidak mampu untuk mendapatkan bantuan dari pelajar yang berasal dari keluarga mampu.

"Sekolah identifikasi dari mulai sekarang, berapa banyak siswa yang kurang mampu dan kita langsung bantu nanti, ya gotong royong siswa bisa melalui pegawai di pemkab ataupun bagi siswa yang mampu secara ekonomi," katanya. Kata dia, bantuannya bisa berupa uang, alat tulis, maupun pakaian yang sudah tak terpakai.

Agar tepat sasaran, setiap pelajar dari keluarga tidak mampu harus membuat pernyataan yang menerangkan berasal dari keluarga tidak mampu.

"Ya membuat surat pernyataan tidak mampu, agar tepat sasaran kadang juga kebiasaan yang mampu sering kali mengaku tidak mampu, padahal pakai gelang emas kan aneh itu," ujar Dedi.

Pada kesempatan itu, ia menekankan pentingnya gotong royong untuk menyelesaikan masalah. Bahkan, pendidikan gotong royong harus dikenalkan sejak dini.

"Ya sekolah saja jangan minder apa adanya saja, sedangkan yang kaya jangan pamer karena pendidikan itu esensinya saling tolong menolong dan saling membantu, ini kita namakan pendidikan empati pancasila," ujar dia. (*)

Penulis: men
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help