TribunJabar/

Bledug Kuwu, Fenomena Semburan Lumpur Garam sejak Jaman Kerajaan Medang Kamulan

Gelembung dan ledakan lumpur yang mengikutinya merupakan fenomena alam yang disebabkan terkumpulnya gas di perut bumi.

Bledug Kuwu, Fenomena Semburan Lumpur Garam sejak Jaman Kerajaan Medang Kamulan
muslimah/tribun jateng
Bledug Kuwu 

"Jika panas terik seperti sekarang, bisa seminggu dua minggu panen," kata Sumiyarti (55), petani garam Kuwu ditemui di lokasi produksi akhir pekan lalu.

"Ini baru saja panen, langsung habis diborong bakul Mas," imbuhnya. Sumiyarti dan tiga temannya memang baru saja mengisi bilah-bilah bambu dengan air bening, dan menjemurnya di bawah terik matahari. Dua minggu lagi ia baru bisa memanen.

Daya tarik Bledug Kuwu memang ada pada fenomena letupan gelembung lumpur yang seolah tiada habis material dan energinya. Kadang gelembungnya besar dan memuncrat tinggi, kadang sedang dan kecil-kecil saja.

Di musim kemarau seperti sekarang ini, pengunjung bisa mendekati pusat semburan dalam jarak antara 50 hingga 100 meter saja. Namun jika musim hujan, hampir seluruh areal Bledug Kuwu bisa berubah jadi kolam lumpur raksasa yang sangat labil.


Di musim kemarau saja, beberapa bagian di radius 100 meter dari pusat semburan, terkadang tanah yang diinjak pengunjung goyang-goyang. Lapisan padatnya kemungkinan masih tipis dan di bawah permukaan benar-benar berbentuk lumpur setengah padat atau kental.

Tiket masuk Bledug Kuwu hanya Rp 3.000 per kepala, dan tarif parkir motor Rp 2.000. Sangat murah, meski pengunjung yang pastinya akan berpanas ria di area semburan.

Kalau tak ingin berpanas-panasan, ada penyewaan payung yang sangat terjangkau ongkosnya. Ayooo....tunggu apa lagi, piknik ke ledug Kuwu!(*)

Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help