TribunJabar/

Bledug Kuwu, Fenomena Semburan Lumpur Garam sejak Jaman Kerajaan Medang Kamulan

Gelembung dan ledakan lumpur yang mengikutinya merupakan fenomena alam yang disebabkan terkumpulnya gas di perut bumi.

Bledug Kuwu, Fenomena Semburan Lumpur Garam sejak Jaman Kerajaan Medang Kamulan
muslimah/tribun jateng
Bledug Kuwu 


Gas itu terdiri solfatara (H2S) dan mofet (CO2) yang muncul akibat proses kimawi mineral yang menerima panas.

Reaksinya timbul gas, dan ini persis proses terjadinya gunung berapi. Keluarnya lumpur menunjukkan gas mencari jalan keluar dari perut bumi, mendesak bagian paling mudah diterobos yaitu yang mengandung air dan tanah lempung gampingan.

Hal menarik dari Bledug Kuwu, ada kandungan garam di lumpur yang menyembur.

Mengapa ada garam? Ya, karena material yang disemburkan adalah endapan hasil erosi lapisan Kuwu, bekas lantai lautan sangat luas jutaan tahun lalu.

Sebenarnya spot semburan lumpur dan gas di Grobogan tak hanya Bledug Kuwu, tapi ada juga Kesongo di Kecamatan Sulursari, Buran Banjarejo di Desa Banjarejo. Kemudian Desa Jono, Tawangharjo, sumur Crewek dan Banjarsari, serta Ngaringan.

Secara kasat mata, di Bledug Kuwu ada sekurangnya tiga titik semburan, dengan titik di tengah yang disebut masyarakat setempat sebagai Jaka Tuwa, mengeluarkan letupan paling besar dan terus menerus.

Garam Bledug Kuwu terkenal sejak dulu kala. Di zaman keemasan Kasunanan Surakarta, garam bleng dari Kuwu jadi konsumsi pelengkap masyarakat Mataram. Saat ini produksi garam Kuwu masih berlangsung, dilakukan turun temurun oleh warga sekitar.

Proses produksi garam dilakukan di sisi timur luat pusat semburan, masih di kawasan yang sama yang tanahnya sudah memadat. Air yang disuling jadi garam adalah hasil penyaringan dari lumpur air yang menyembur dari dalam perut bumi.

Setelah sekurangnya dua kali diendapkan di penampungan, air mengandung garam dikeringkan di bilah-bilah bambu.

Kawasan wisata alam Bledug Kuwu di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (14/7/2017). Letupan gelembung lumpur di musim kemarau ini rata-rata lebih kecil di banding ketika musim hujan. Namun produksi garam bleng dari hasil pengolahan lumpur sempuran Bledug Kuwu justru mencapai puncaknya. TRIBUN JOGJA/SETYA KRISNA SUMARGA
Kawasan wisata alam Bledug Kuwu di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (14/7/2017). Letupan gelembung lumpur di musim kemarau ini rata-rata lebih kecil di banding ketika musim hujan. Namun produksi garam bleng dari hasil pengolahan lumpur sempuran Bledug Kuwu justru mencapai puncaknya. TRIBUN JOGJA/SETYA KRISNA SUMARGA 
Halaman
123
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help