TribunJabar/

Advertorial

Disperindag Jabar Gelar Festival Keanekaragaman Makanan Berbahan Baku Lokal di TSM Bandung

Festival ini adalah upaya untuk membuat diversifikasi makanan supaya tidak hanya bergantung kepada beras dan terigu

Disperindag Jabar Gelar Festival Keanekaragaman Makanan Berbahan Baku Lokal di TSM Bandung
Tribunjabar/Isa Rian Fadilah
Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat Netty Prasetyani Heryawan meninjau beragam makanan yang dibuat dari bahan baku lokal di Festival Keanekaragaman Makanan Berbahan Baku Lokal 2017 di Trans Studio Mall Bandung, Jumat (14/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isa Rian Fadilah

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Jabar menggelar Festival Keanekaragaman Makanan Berbahan Baku Lokal 2017 pada 14-16 Juli 2017 di Plaza Trans Studio Mall (TSM) Bandung. Festival tersebut diikuti para pelaku usaha olahan makanan berbahan baku lokal termasuk umbi-umbian dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Kadisperindag Jabar Hening Widiatmoko mengatakan, festival semacam ini adalah kegiatan rutinan Disperindag yang telah memasuki tahun kelima. Setiap tahun memiliki tema berbeda. Setelah sukses menggelar festival dengan mengangkat tema makanan dari olahan susu dan daging tahun lalu, tahun ini festival mengangkat tema umbi-umbian.

Baca: Sepeda Ontel Butut Itu Ditawar Rp 1 Juta, Namun Kakek Icim Menolaknya, Alasannya Bikin Terharu

"Festival ini adalah upaya untuk membuat diversifikasi makanan supaya tidak hanya bergantung kepada beras dan terigu. Umbi-umbian diperkenalkan kepada publik terutama generasi muda yang belum banyak yang tahu tentang umbi-umbian yang selama ini potensinya ada di Jawa Barat. Ada ganyong, ketela, singkong, kentang, wortel, bawang dan banyak lainnya. Kita perkenalkan kepada publik bahwa semua yang ada di tanah Jawa Barat ini dieksplorasi dan dicoba sebagai upaya menjadikan selingan penting untuk mengurangi ketergantungan pada beras dan terigu," ujar Hening kepada Tribun Jabar di sela acara, Jumat (14/7/2017).

Ia mengatakan, dari segi kualitatif festival semacam ini mampu memberikan respons positif bagi produk makanan yang dibuat pelaku usaha setiap tahunnya. Melalui kegiatan ini, banyak pelaku usaha makanan berbahan baku lokal yang mengikuti pelatihan wirausaha yang digelar Disperindag.


"Kami mempertimbangkan dilaksanakan di sini karena di sini tempat berkumpulnya anak muda. Yang kami harapkan masyarakat memahami umbi-umbian," katanya.

"Saya harap bukan hanya kalangan usia dewasa, anak-anak kemudian pemuda juga bisa mencoba, mereka bisa memahami bahwa bahan lokal khususnya umbi-umbian itu ada dan kalau diolah sangat mungkin untuk menjadi favorit dan idola baru. Makanan dengan taste yang berbeda luar biasa," ucapnya.

Selain pameran olahan makanan berbahan baku lokal, pengunjung pun dihibur dengan pertunjukkan musik, sulap, dan lomba cipta kreasi resep. Ada juga lomba membuat kemasan, lomba proposal usaha atau business plan.


Ia berharap, festival tersebut bisa dimanfaatkan masyatakat sebaik-baiknya. Sosialisasi dan edukasi tentang makanan olahan umbi-umbian dimaksudkan untuk mendorong masyarakat memakai bahan baku lokal.

"Harapannya masyarakat bisa mengakses semua stan agar memahami bahwa pemerintah sudah mengupayakan agar ada kesempatan masyarakat untuk memahami di Jabar punya banyak bahan baku pilihan. Dan festival ini akan membantu lebih banyak, pemerintah sudah memfasilitasi, masyatakat mencoba dan mengembangkan sendiri. Apa yang kami lakukan bukan untuk kami tapi untuk masyarakat," ujarnya.

Penulis: Isa Rian Fadilah
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help