TribunJabar/

Kesehatan

Perempuan Berkulit Putih ini Tetap Semangat Jadi Relawan Meski Menyandang Penyakit Autoimun

Ia menambahkan, kulitnya akan terasa perih jika terpapar oleh sinar matahari, dan hal tersebut mengganggu aktivitasnya sehari-hari.

Perempuan Berkulit Putih ini Tetap Semangat Jadi Relawan Meski Menyandang Penyakit Autoimun
TRIBUN JABAR/Yongky Yulius
Narina Nuraeni Putri, relawan di Syamsi Dhuha Foundation yang menyandang penyakit autoimun. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Syamsi Dhuha Foundation (SDF) adalah satu di antara beberapa organisasi atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli pada penyandang lupus dan low vision.

SDF sendri berlokasi di Jalan Insinyur H Juanda nomor 339 komplek DDK nomor satu, Bandung.

SDF didirikan oleh Dinda Syarief yang merupakan odapus (orang dengan lupus) dan suaminya, Eko Pratomo.

Saat ini, SDF memiliki banyam relawan. Satu di antara relawan tersebut adalah Narina Nuraeni Putri.

Kepada Tribun Jabar, Rabu (12/7/2017), Narina yang menyandang penyakit autoimun, berbagi kisahnya bagaimana ia bisa tetap semangat menjadi relawan di SDF.

"Aku menderita autoimun. Jadi, ini di bawahnya lupus. Imun bisa menyerang kulit aku. Jadi, saat terkena sinar matahari, beberapa bagian di kulit aku akan berubah warna," ujarnya kepada Tribun Jabar, di SDF, Jalan Insinyur H Juanda nomor 339 komplek DDK nomor satu, Bandung.

Ia menambahkan, kulitnya akan terasa perih jika terpapar oleh sinar matahari, dan hal tersebut mengganggu aktivitasnya sehari-hari.

Narina menyandang autoimun sejak kecil, karena penyakitnya merupakan bawaan dari orang tuanya.

Halaman
12
Penulis: Yongky Yulius
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help