Bom Panci

Sisi Lain Pemilik Bom Panci (Bagian 2): Dulu Geng Motor, Taubat Setelah Gabung Dua Ormas Islam

Si pemuda berhenti melemparkan hitam matanya padaku dan kembali merunduk.

Sisi Lain Pemilik Bom Panci (Bagian 2): Dulu Geng Motor, Taubat Setelah Gabung Dua Ormas Islam
Istimewa
Agus Wiguna, pelaku bom panci 

Ditulis oleh Haris Abdullah (Pengurus RW Bidang Kerohanian di Kubang Beureum, Sekejati, Buah Batu)

Bagian II

Si lelaki paruh baya keluar, ijin kembali melihat lokasi ledakan, dan aku berpindah ke tempatnya. Kukirimi Farkhan pesan, “Pak, polisi sudah datang?” kepalanya menggeleng. Kutatap Pak RT, keningnya berlipat-lipat.

Aku bergeser sejengkal ke arah pemuda itu, menghadapkan badan padanya lalu berkata, “Kang, namanya siapa?”

“Agus, Agus Wiguna,” jawabnya sambil mengangkat kepala lalu memainkan kembali ponselnya.

Farkhan berdiri dan berkata pada pemuda itu, “Sini hape-nya, sementara saya tahan dulu!” si pemuda tak membantah.

Ponsel yang menjadi mainannya saat itu diserahkannya begitu saja.

“Asal dari mana?”  kembali kulemparkan pertanyaan.

“Garut,” ujarnya sambil menggoyang-goyangkan kakinya dengan dada yang naik turun tak beraturan.

Halaman
1234
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved