TribunJabar/

Antisipasi Arus Urbanisasi, Bupati Dadang M Naser Instruksikan Ini kepada Camat dan Kades

Untuk mengantisipasi arus urbanisasi dari daerah ke Kabupaten Bandung, Bupati Bandung, Dadang M Naser, menginstruksikan . . .

Antisipasi Arus Urbanisasi, Bupati Dadang M Naser Instruksikan Ini kepada Camat dan Kades
TRIBUN JABAR/RAGIL WISNU SAPUTRA
Bupati Bandung Dadang M Naser seusai meresmikan Pasar Sehat Sabilulungan (PSS), Rabu (21/12/2016) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yudha Maulana

TRIBUNJABAR.CO.ID, SOREANG - Untuk mengantisipasi arus urbanisasi dari daerah ke Kabupaten Bandung, Bupati Bandung, Dadang M Naser, menginstruksikan para camat dan kepala desa untuk memonitor para pendatang pascalebaran 1438 H.

Dikatakan Dadang, mencari pekerjaan menjadi salah satu alasan utama bagi para pendatang tersebut.

Oleh karena itu, perlu dilakukan pengawasan di daerah-daerah industri seperti Majalaya, Baleendah, Dayeuhkolot, Solokanjeruk dan kecamatan lainnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung, Rukmana, mengatakan bahwa sedianya para pendatang tersebut tak bisa serta merta mendapatkan pekerjaan begitu datang ke wilayah Kabupaten Bandung.

Sebab, telah ada peraturan daerah Nomor 3 tahun 2013 yang mengatur bahwa perusahaan wajib memprioritaskan warga lokal dalam perekrutan pegawai.

"Perusahaan wajib untuk mengikuti peraturan daerah tersebut, selain itu kita pakai E-KTP jadi tidak mungkin ada warga luar yang mendadak menjadi warga Kabupaten Bandung," ujar Rukmana kepada Tribun melalui ponselnya, Selasa (4/7/2017).

Dengan diberlakukannya perda tersebut, ujar Rukmana, bukan tak mungkin perusahaan merekrut tenaga dari luar.

Asalkan, tenaga tersebut memiliki keterampilan yang tak bisa ditutupi oleh tenaga kerja lokal.

"Kalau tidak punya keterampilan, mungkin bisa bekerja di sektor informal seperti di restoran, asisten rumah tangga dan yang lainnya, kita akan lihat nanti bagaimana perkembangannya," katanya.

Ia pun menghimbau agar para pendatang yang mencari kerja di Kabupaten Bandung untuk bisa memiliki keterampilan khusus.

"Jangan hanya datang ke sini dan menjadi pengangguran," ujarnya. (*)

Penulis: Yudha Maulana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help