TribunJabar/

Penjara Tidak Efektif Membuat Teroris Bertobat

Masalah pemberantasan terorisme menjadi tugas semua pihak termasuk akademisi. Pasalnya penjara nyaris tidak memberi efek jera usai mereka keluar.

Penjara Tidak Efektif Membuat Teroris Bertobat
tanjungpuratimes
Ilustrasi teroris 

TRIBUNJABAR.CO.ID, JAKARTA - Masalah pemberantasan terorisme menjadi tugas semua pihak termasuk akademisi. Pasalnya penjara nyaris tidak memberi efek jera usai mereka keluar.

Akademisi Siti Napsiyah Ariefuzzaman menilai. beberapa kasus, penjara justru menjadi pembinaan radikalisme dan terorisme. Keluar dari penjara, Siti mengungkapkan justru jadi semakin keras pahamnya dan kembali melakukan teror. 

"Penjara belum berhasil membuat teroris sadar dan bertaubat sehingga upaya pemberantasan terorisme terhambat," ujar Siti Napsiyah Ariefuzzaman pada sidang promosi doktor bidang Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Selasa (20/6/2017).

 
Disertasi berjudul "Pendekatan Integratif dalam Pembinaan Narapidana Kasus Terorisme: Studi Kasus Lembaga Pemasyarakatan Klas I Cipinang dan Balai Pemasyarakatan Jakarta Timur-Utara" yang ditulis Siti Napsiyah ini menawarkan pendekatan baru yang disebutnya Social Work Integrative Approach.

Pendekatan tersebut melibatkan lintas profesi, lintas disipilin ilmu, yang dilakukan secara komprehensif pada level mikro, mezzo dan makro. Dengan pendekatan ini seorang narapidana teroris akan mendapatkan pembinaan secara terencana dan sistematis yang melibatkan petugas lapas, ahli agama, psikolog, kriminolog ditambah social worker (pekerja sosial). 

"Seorang terpidana teroris diharapkan kembali ke masyarakat, diterima oleh masyarakat dan berperan dalam masyarakat," jelas dosen kesejahteraan sosial UIN Jakarta ini.

Napsiyah menekankan pentingnya melibatkan pekerja sosial dalam pemberantasan terorisme. Lapas bisa menerima sarjana kesejahteraan sosial, Bapas juga bisa menerima social worker untuk pendamping kemasyarakatan.

"Melibatkan social work dalam program pemberantasan terorisme khususnya dalam pembinaan terpidana teroris di Lapas dan Bapas, diharapkan bisa mendorong keberhasilan program secara lebih nyata," ungkap Siti.

Napsiyah dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dan menjadi Doktor ke-39 Fakultas Ilmu Sosial dan Poliitk Pascasarjana UI. Napsiyah tercatat menyelesaikan Baster of Social Work (BSW) dan Master of Social Work (MSW) di Mc.Gill University, Montreal, Kanada. (*)

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help