TribunJabar/

Sorot

Mudik, Lebaran, dan Kampung Halaman

MASIH banyak sebagian warga masyarakat yang belum memperhatikan segi keselamatan...

Mudik, Lebaran, dan Kampung Halaman
TRIBUNNEWS / FX ISMANTO

Oleh Dicky Fadiar Djuhud, Wartawan Tribun Jabar

TRADISI mudik menjelang perayaan Idulfitri memang menjadi kultur atau budaya negara kita.

Mudik sebagai fenomena kultural yang sangat unik dan mungkin hanya satu-satunya di penjuru dunia.

Fenomena mudik memang sangat menyita banyak perhatian dari seluruh kalangan, baik pemerintah, ekonom, sosiolog, hingga aparat kepolisian yang harus mengawal arus mudik dan arus balik dari komunitas pemudik pengguna sepeda motor.

Kegiatan mudik juga dapat memberikan banyak efek positif bagi semua pihak atau kalangan.

Baca: Rekam Fenomena Alam Ini, Ridwan Kamil Lihat Tanda Lailatul Qadr?

Untuk kalangan swasta, misalnya, hampir semua perusahaan berlomba untuk memberikan servis dan kemudahan bagi para pemudik untuk pulang ke kampung halaman.

Posko-posko gratis, mudik bersama, dan kegiatan lain, merupakan beberapa cara yang dilakukan untuk mengangkat citra perusahaan mereka.

Mudik berasal dari kata "udik".

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mudik berarti desa, dusun, kampung (lawan dari kota), sehingga kata "mudik" dapat diartikan sebagai pulang ke desa atau ke kampung halaman.

Halaman
1234
Penulis: Dicky Fadiar Djuhud
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help