TribunJabar/

Persib Bandung

Persib Bandung Dipermalukan Barito, Posisinya Melorot ke Peringkat 11

Pada laga tersebut, tim asuhan Djadjang Nurdjaman bermain kurang begitu ngotot dan minim mendapatkan peluang

Persib Bandung Dipermalukan Barito, Posisinya Melorot ke Peringkat 11
Twitter/@Liga1Match
Barito vs Persib Bandung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Zezen Zainalmutaqin

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANJARMASIN - Persib Bandung gagal mewujudkan target meraih tiga poin penuh di kandang Barito Putera dalam lanjutan pertandingan Liga 1 di Pekan ke-11 di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Minggu (18/6) malam.

Maung Bandung justru malah dipermalukan tuan rumah Laskar Antasari dengan skor 1-0 sekaligus memutus rekor buruk Barito atas Persib Bandung dalam tiga tahun terakhir.

Pada laga tersebut, tim asuhan Djadjang Nurdjaman bermain kurang begitu ngotot dan minim mendapatkan peluang di sepanjang laga. Selain itu, variasi serangan yang dibangun Persib pun tidak begitu kaya.

Sebaliknya, Essien dan kawan-kawan justru tampak kebingungan ketika menyerang.

Penjagaan pasukan Maung Bandung terhadap para pemain Barito Putera pun tampak begitu longgar. Akibatnya, Matias Jesus Cordoba dan kawan-kawan begitu leluasa dan nyaman menguasai dan memainkan bola. Gol yang bersarang ke gawang I Made Wirawan pun disebabkan karena longgarnya penjagaan terhadap Matias.

Akibatnya Matias dengan leluasa berhasil melepaskan tendangan plesing akurat ke pojok kiri gawang I Made Wirawan dan gol. Hariono dan Maitimo tidak sempat menutup ruang tembak matias. Hal itu pun membuat permainan disiplin lini belakang Persib yang digalang kuartet Vladimir Vujovic, Achmad Jufriyanto, Supardi Nasir dan Tony Sucipto sejak awal pertandingan menjadi sia-sia.

Berulang kali serangan yang dirancang para pemain Persib berhasil dibaca dan dimentahkan para pemain belakang Barito Putera yang dikomandoi bek senior Ambrizal. Pemain-pemain sayap Maung Bandug pun kurang memanfaatkan keberadaan Carlton Cole yang memiliki postur menjulang dibanding bek-bek lawan.

Umpan-umpan crossing pemain sayap seperti Febri Hariyadi dan gelandang lainnya jarang sampai ke kotak penalti. Kalau pun bolanya sampai, umpannya terlalu rendah sehingga sulit dimanfaatkan Cole. Dengan postur tinggi besar yang dimiliki Cole, seharusnya umpan yang dikirim bisa lebih tinggi. Buktinya Cole bisa memenangkan duel bola atas dan mengancam gawang Barito pada menit 90.

Sepanjang 90 menit, Maung Bandung hanya memperoleh tiga peluang yang mengancam gawang lawan. Pertama, melalui shooting jarak jauh Gian Zola pada menit 33. Namun tendangan Zola masih terlalu lemah sehingga dengan mudah diamankan penjaga gawang Barito Putera, Aditya Harlan.

Persib sebenarnya memiliki peluang emas lainnya melalui Vladimir Vujovic pada menit ke 87 dalam kemelut di depan gawang Barito. Namun tendangan Vlado di depan gawang yang sudah kosong melompong berhasil diblok kiper Aditya Harlan.

Melihat peluang emas itu gagal berbuah gol, raut wajah Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman tampak begitu kecewa. Djadjang seolah tidak percaya, bola yang hampir 90 persen harus gol, gagal dimanfaatkan oleh Vladimir Vujovic.

Hingga laga berakhir, skor 1-0 tetap untuk kemenangan Barito Putera.(zam)

Penulis: zam
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help