TribunJabar/

Bandung Science Center Tempat Berbuka yang Menawarkan Konsep Edutainment

Bulan Ramadan menjadi bulan yang sangat tepat untuk mendekatkan diri dengan anak yatim dan kaum dhuafa.

Bandung Science Center Tempat Berbuka yang Menawarkan Konsep Edutainment
TRIBUN JABAR/KEMAL SETIA PERMANA
Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Jawa Barat melakukan buka puasa bersama anak yatim dan kaum dhuafa di Bandung Science Center (BSC), Sabtu (17/6/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Bulan Ramadan menjadi bulan yang sangat tepat untuk mendekatkan diri dengan anak yatim dan kaum dhuafa. Tidak jarang di bulan ini banyak individu, lembaga dan korporasi yang menggelar buka puasa bersama anak yatim dan kaum dhuafa.

Pemilihan tempat berbuka nampaknya menjadi salah satu yang harus dipikirkan bagi mereka yang menggelar buka puasa bersama dengan anak yatim dan dhuafa.

Pasalnya, kebersamaan dengan anak yatim dan dhufa diharapkan tidak saja hanya membekas dalam hal buka puasa saja, melainkan ada sesuatu yang bisa bermanfaat yang bisa membuat para anak yatim dan dhuafa ini mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak dan bermanfaat.

Hal ini yang dipikirkan oleh pengelola Bandung Science Center (BSC). Pengelola BSC secara terbuka mempersilahkan siapa saja untuk berbuka puasa di sana dengan anak yatim dan dhuafa. Berbuka puasa di BSC, selain diharapkan mendapat keberkahan juga bisa membuat para anak yatim mendapatkan tambahan pengetahuan karena lokasi ini dilengkapi dengan pusat pembelajaran ilmu pengetahuan.

Pemilik BSC, Etsa Rahma Devi, mengatakan bahwa BSC merupakan sebuah kawasan pendidikan yang dikemas dengan koinsep entertainment sehingga bisa disebut sebagai kawasan edutainment.

"Di sini, anak-anak bisa bermain tapi tidak terasa kalau dalam waktu bersamaan sebenarnya mereka sedang belajar," kata Etsa kepada Tribun Jabar di BSC, Jalan Sirnagalih 5, Kota Bandng, Senin (19/6/2017).

Hal ini terlihat ketika sekitar puluhan anak yatim menggelar buka puasa di BSC pada Kamis (15/6/2017) yang diselenggarakan oleh Ikatan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jabar dan Sabtu (17/6/2017) oleh Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Jawa Barat.

Para anak yatim saat itu terpantau sedang asyik bermain sambil menunggu berbuka puasa dimana tanpa disadari saat itu mereka juga sedang belajar ilmu pengetahuan dari guru pendamping yang ada di sana saat itu.

Etsa mengatakan bahwa dengan konsep berbuka puasa di BSC, diharapkan para penyelenggara acara tidak saja bisa berbagi rezeki namun juga memberikan pembekalan ilmu melalui wisata dan belajar kepada para anak yatim dan dhuafa.

"Dengan demikian diharapkan BSC mampu memberikan sesuatu yang positif dan dapat menginsipirasi mereka, tidak menutup kemungkinan ke depan akan lahir orang hebat dari anak-anak yatim ini di sini," harap Etsa.

Etsa menambahkan bahwa gedung dan konsep BSC dirancang seluruhnya oleh ilmuwan Indonesia. Sehingga konsep yang ditawarkan pun disesuaikan dengan kondisi anak-anak di Indonesia.

Dalam kesempatan sama, Ketua IPEMI DPW Jabar, Diah Ivoniarty, menambahkan Sabtu lalu pihaknya menggelar buka puasa bersama puluhan anak yatim di BSC dengan tujuan memberikan tambahan wawasan ilmu pengetahuan kepada para anak yatim.

"Memang di BSC, selain menggelar buka puasa bersama, kami juga ingin dalam waktu bersamaan memberikan wawasan kepada anak yatim. Jadi kami tidak sekedar memberikan santunan dan berbuka puasa bersama saja, melainkan juga memberikan hal yang jauh lebih berharga kepada para anak yatim yaitu ilmu pengetahuan melalui wisata edutainment di sini," kata Diah. (*)

Penulis: set
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help